Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hasil Panen Padi di Mbay Menurun Drastis
Regional NTT

Hasil Panen Padi di Mbay Menurun Drastis

By Redaksi8 Maret 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Puluhan hektare sawah petani di Mbay diserang hawa wereng dan semut hitam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Para petani di persawahan Mbay, Kabupaten Nagekeo saat ini mengalami kerugian karena hasil panen padi mereka menurun drastis. Hal ini disebabkan karena serangan hama wereng dan semut hitam pada tanaman padi.

Salah seorang petani Hendrikus Papu kepada wartawan belum lama ini mengatakan, lahan miliknya yang berukuran setengah hektare kini hasil penennya menurun drastis. Padahal sebelumnya bisa mencapai 19 karung, namun kini hanya 8 karung.

Menurutnya, penurunan hasil panen disebabkan padi diserang berbagai jenis hama. Itu mulai dari hama wereng yang menyerang batang dan daun padi, hingga hama wereng dan semut hitam.

Hendrikus mengaku, berbagai upaya telah dilakukan untuk membasmi hama dengan melakukan penyemprotan menggunakan obat. Namun akibat tidak adanya kepastian obat yang digunakan, hama tersebut tidak punah.

Kondisi yang sama juga dialami oleh beberapa petani sawah lainnya. Para petani mengaku hasil panen di periode pertama tahun 2018 mengalami gagal panen, rata-rata kehilangan 7 hingga 10 karung dari hasil panen biasanya 20-30 karung.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleSemarak Sosialisasi Pemilihan oleh KPU Manggarai
Next Article Tahun 2017 Tedapat 171 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di TTU

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.