Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Penanganan Bencana di Nagekeo Belum Berjalan Optimal
Regional NTT

Penanganan Bencana di Nagekeo Belum Berjalan Optimal

By Redaksi16 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala BPBD Nagekeo, Bernabas Lambar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Penanganan bencana alam yang terjadi di Kabupaten Nagekeo belum berjalan secara optimal sesuai harapan masyarakat.

Hal itu dipicu oleh karena sejumlah permasalahan pelik. Permasalahan-permasalahan itu seperti, pertama, masih kurangnya kapasitas sumber daya aparatur dalam penanggulangan bencana. Kedua, masih kurangnya sarana dan prasarana  penanggulangan bencana yang memadai. Ketiga, masih kurangnya alokasi anggaran dalam penanggulangan bencana dan koordinasi lintas sektor.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Bernabas Lambar saat menyampaikan materinya dalam kegiatan mitigasi dalam rangka perlindungan lokasi rawan bencana di Kabupaten Nagekeo tahun 2018 yang berlangsung di Hotel Sasandi – Mbay, belum lama ini.

Menurut Lambar, kondisi yang diharapkan masyarakat dalam jangka waktu antara lain, meningkatnya kapasitas sumber daya aparatur dalam penanggulangan bencana.

Lalu, sarana dan prasarana yang memadai didukung dengan pemenfaatan teknologi dalam penanggulangan bencana.

Kemudian, pembahasan dan pengolahan data dan informasi potensi atau daerah rawan bencana, serta optimalisasi peran forum pengurangan risiko bencana.

Lambar menambahkan, harapan jangka pendek yakni adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia apartur melalui bimbingan teknis dan melaksanakan sosialisasi informasi potensi bencana.

Sedangkan, output jangka menengah, target yang mau dicapai BPBD Nagekeo yakni mengintervensi daerah-daerah rawan bencana.

Lalu, koordinasi lintas sektor dan kolaborasi dengan LSM/NGO yang berkaitan dengan masalah bencana dan memberikan pelatihan kepada relawan dan  pengurus desa tangguh bencana.

Sementara, output jangka panjang yakni adanya penguatan kelembagaan BPBD dan meningkatkan sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana.

Selain itu, tersedianya database daerah-daerah rawan bencana dan pembentukan tim reaksi cepat (TRC)  penanggulangan bencana.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePerempuan Harus Menjaga Mahkotanya
Next Article Alat Praga dan Bahan Kampanye di Nagekeo Diduga Berkualitas Buruk

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.