Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»“Sang Ngkiong” Kole Beo
Pilkada

“Sang Ngkiong” Kole Beo

By Redaksi25 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
BKH berpose dengan warga Ngkiong, Pocoranaka Timur, Matim (Foto; Boni)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Usai mengelilingi wilayah di Kecamatan Sambi Rampas pada Sabtu (24/03/2018), pada hari yang sama BKH dan rombongan menuju ke titik selanjutnya yakni Desa Ngkiong, Kecamatan Poco Ranaka Timur.

Di sana BKH diterima dengan ramah. Suasana kekeluargaannya begitu hangat. Dia kembali disambuti dengan tuak reis dan manuk kapu (Tuak dan ayam yang dipakai sebagai simbol penerimaan).

Di Ngkiong, BKH disambut sebagai anak kandung sebab dari sana lahir seorang tokoh yang dianggap BKH sebagai orang tuanya.

Tokoh yang dimaksud adalah Belasius Palus, seorang mantan Jaksa yang selama hidupnya memberikan banyak pelajaran untuk BKH.

Palus kata BKH, juga seperti bapaknya sendiri. Hal itu pulalah yang membuat BKH sangat menghormati sosok tersebut. Dalam pertemuan kemarin, Sabtu (24/03/2018) BKH mengajak seluruh warga di situ untuk mengheningkan cipta, mengenang sosok kebanggaan Kampung Ngkiong yang telah berpulang itu.

Usai pertemuan BKH melantunkan sebuah nyanyian bahasa Manggarai yang berjudul Ngkiong. Lagu yang sering dibawakan BKH ini memang terdengar biasa saja karena sudah sering dinyanyikan. Namun kali ini rasanya agak berbeda karena dari kampung Ngkiong, burung Ngkiong dulunya banyak bersarang.

Bagi BKH sendiri, lagu ini sarat makna karena mengandung ajakan untuk kembali membangun kampung.

“Tadi saya menyanyikan lagu ‘ngkiong ngkiong neka oke kuni agu kalo’. Itulah jawaban mengapa saya kembali ke NTT. Banyak orang bertanya, mengapa Pa BKH ingin kembali ke NTT? Sudah hidup mapan di tingkat Nasional ko mau hidup susah-susah dengan masyarakat di NTT. Jawabannya ada dalam lagu ‘Ngkiong’ tadi, ” jelas BKH.

Tokoh masyarakat Ngkiong, Nobert Rades, usai pertemuan menyampaikan nasib NTT dan masa depan generasi muda ditipkan kepada BKH.

Kehadiran BKH, kata dia, seperti kembalinya burung Ngkiong ke tengah kampung untuk mengingatkan anak muda sekarang pentingnya membangun daerah sendiri.

“Ai ite anak dami Pa Benny, ata kut lonto siri bongkok NTT ho’o. One ites lami serah empo-empo dami so’o ngger olon,(Kepada Pak Benny kami titipkan masa depan cucu-cucu kami)” katanya.

Selain itu dia juga meminta leluhur Ngkiong agar selalu bersama BKH, kapanpun dan ke manapun BKH melangkah.

Kepada Voxntt.com, ketika ditanya tentang hubungan historis burung Ngkiong dengan Kampung Ngkiong, Nobert menjelaskan berdasarkan cerita leluhur yang dibawa secara turun temurun, kampung itu diberi nama Ngkiong karena pada saat kampung itu mau diberi nama, burung Ngkiong berkicau tanpa henti.

Hebatnya, Ngkiong ini bisa mengikuti bunyi (suara) sesama binatang lainnya, misalnya mengikuti kambing, kerbau dan kuda mampu dilakukan Ngkiong. Kepada BKH Nobert menegaskn masyarakat di kampung Ngkiong total untuk kemenangan Harmoni di Pilgub NTT.

Penulis: Boni J

Kota Kupang
Previous ArticleJawab Keluhan Soal Infrastruktur, JAL Langkah Solutif Paket Merpati
Next Article Di Lawir Pocoranaka Timur, BKH Diarak Menuju Kampung

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.