Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Soal Penembakan Warga Sipil di Ruteng, Ini Tanggapan TPDI
NTT NEWS

Soal Penembakan Warga Sipil di Ruteng, Ini Tanggapan TPDI

By Redaksi2 April 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ferdianus Taruk, korban penembakan misterius pada Selasa (27/03/2018).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus angkat bicara terkait tragedi penembakan Ferdinandus Taruk (24), warga Sondeng, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong-Ruteng, 27 Maret 2018 lalu.

Dia mendesak Polres Manggarai segera memastikan sekaligus menunjukan tangung jawabnya sebagai institusi negara yang wajib melindungi masyarakat tanpa terkecuali.

“Jangan biarkan Manggarai menjadi “The Killing Fields” atau “Ladang Pembantaian” nyawa manusia,” tegas Salestinus dalam siaran persnya yang diterima VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (1/4/2018).

Bagi Salestinus, Ferdinandus Taruk merupakan korban kesekian kalinya yang terluka dengan peluru bersarang di kepalanya akibat terjangan peluru yang diduga berasal dari oknum anggota kepolisian.

Kejadian serupa, jelas Salestinus, pernah terjadi pada 23 September 2017 yang lalu di Manggarai Timur. Saat itu, Hilarius Woso, warga Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, juga ditembak oleh oknum bersenjata yang diduga oknum Polres Manggarai.

“Kemudian peristiwa yang sama terjadi juga pada tanggal 4 Juli 2013, dua orang nelayan yang berasal dari Pulau Pemana di Sikka, Maumere yaitu, Salim Umar Al Asis (15 thn) dan Bahruddin Labaho (45 thn) yang kebetulan berlayar dekat perairan Reo-Riung, juga menjadi korban penembakan oknum anggota Polres Manggarai, yang mengarahkan laras senjatanya ke kepala korban yang berprofesi sebagai nelayan tradisonal asal Pulau Pemana, Sikka, Maumere,” jelasnya.

Terlepas dari siapapun pelaku dan siapa korbannya, kata Salestinus, peristiwa penembakan yang mengakibatkan Ferdinandus Taruk terluka hingga kini masih berbaring di rumah sakit, sungguh meresahkan dan memilukan keluarga korban dan masyarakat Manggarai.

“Karena kejadian yang menakutkan itu terjadi pada saat umat Kristiani di Ruteng akan merayakan Hari Suci Paskah. Selain itu juga belum ada hasil yang nyata dari upaya kepolisian setempat untuk menemukan dan mengungkap identitas pelaku penembakan tersebut, membuat warga merasa Polisi tidak maksimal dalam menciptakan ketenteraman,” pungkasnya.

Menurut Salestinus, Polisi seharusnya memberikan prioritas tinggi berupa jaminan keamanan bagi warga Ruteng yang akhir-akhir ini tergolong tidak aman karena beberapa kali terjadi penembakan secara misterius terhadap warga sipil.

“Hal ini akan berpotensi menurukan kepercayaan masyarakat Manggarai terhadap Institusi Polri, khususnya Polres Manggarai. Kapolres Manggarai harus bertanggung jawab dan harus memberikan pernyataan yang menyejukan, mengayomi dan melindungi masyarakat dari tindakan brutal siapapun, sekalipun itu adalah oknum anggota Polri di Manggarai,” ujarnya.

“Jika kemudian ternyata pelaku penembakannya adalah anggota Polri, maka Kapolres Manggarai harus meminta maaf kepada keluarga korban dan membayar ganti rugi atas segala kerugian yang diderita korban serta harus ada jaminan bahwa kejadian serupa, sebagai bentuk penyalahgunaan senjata api dan penyalahgunaan wewenang harus diakhiri,” tambahnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleOMK Kampung Nul Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak
Next Article Pemuda GMIT Klasis TTU Akan Gelar Pertandingan Futsal Lintas Agama

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.