Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kapal Ikan Sumbangan Pemerintah di Leworahang Flotim Diduga Dijual Warga
Regional NTT

Kapal Ikan Sumbangan Pemerintah di Leworahang Flotim Diduga Dijual Warga

By Redaksi4 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Leworahang, Petrus Pati Maran. Gambar diambil, Selasa, (03/04).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Kapal motor ikan sumbangan Pemerintah kepada kelompok masyarakat nelayan di Desa Leworahang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, kini tidak diketahui lagi keberadaanya.

Kepala Desa Leworahang, Petrus Pati Maran saat saat dijumpai VoxNtt.com di rumahnya, Selasa, (03/04/2018), sore mengungkapkan sebanyak 2 buah kapal motor ikan sumbangan pemerintah pada tahun 2006 dan 2008 tersebut sudah tidak diketahui lagi keberadaannya sejak tahun 2013.

“Kapal ikan yang disumbangkan kepada kelompok masyarakat di desa Leworahang sebanyak 2 buah kapal motor. Satu buah disumbangkan pemerintah pada tahun 2006 kepada salah satu kelompok nelayan di desa Leworahang, atas nama Alfonsus Naba Koten. Satunya lagi disumbangkan pada tahun 2008 atas nama, Yosep Belawa Koten sebagai ketua kelompok. Kedua kapal ini sudah tidak lagi diketahui keberadaannya sejak tahun 2013 hingga saat ini,” ungkap Pati Maran.

Pati Maran mengaku pada tahun 2014 dirinya sudah menanyakan keberadaan kapal ikan sumbangan pemerintah tersebut kepada kedua pengelola kapal ikan. Dari keduanya, dijelaskan bahwa kedua kapal ikan tersebut sedang diperbaiki. Namun hingga saat ini, tidak diketahui kepastiannya.

“Waktu itu, pada tahun 2014 saya sudah tanya ke mereka soal kapal sumbangan pemerintah itu. Mereka bilang kapalnya sedang diperbaiki, namun hingga saat ini kapal itu tidak ada disini”, ucap Pati.

Terkait keberadaan yang tak pasti itu, Pati Maran sudah menyampaikan kepada Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur. Namun Dinas terkait diakuinya kurang serius menangani persoalan keberadaan kedua kapal ikan tersebut.

Dikatakannya saat melaporkan kasus ini ke Kantor Dinas Perikanan, pihak dinas menjanjikan akan menyurati kedua pelaku pengelola kapal nelayan tersebut. Namun hingga saat ini dirinya tidak mengetahui, apakah Dinas Perikanan sudah melayangkan surat kepada kedua pengelola kapal ikan tersebut atau belum.

Pati Maran mengakui anggota kelompok penerima sumbangan kapal ikan itu diambil dari keluarga dekat ketua kelompok. Hal ini menyebabkan lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan kapal sumbangan tersebut.

“Memang tak ada pengawasan karena seluruh anggota kelompok diambil dari keluarga dekat ketua kelompok atau pengelolanya. Jika tidak bisa mengelola kapal ikannya, maka diberikan kepada warga yang lain, yang mampu kelola kapalnya” tegas Pati Maran yang sudah menjabat sebagai kepala desa Leworahang selama 3 periode ini.

Terkait keberadaan kapal ikan tersebut, informasi yang diperoleh VoxNtt.com dari salah satu tokoh masyarakat pada Selasa (03/04/2018) di Desa Leworahang, mengungkapkan badan kapal ikan tersebut telah dijual kepada masyarakat nelayan di kelurahan kampung Baru dan Gege di Kecamatan Larantuka dengan harga Rp. 7.000.000,00.

Sedangkan mesin kapalnya digunakan sebagai genset/pembangkit listrik di rumah warga di desa Leworahang.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleKejari Ngada Kembalikan Berkas Perkara Korupsi PLTS Nagekeo
Next Article Musik Suling Bambu Meriahkan Pembukaan TMMD di TTU

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

Minum Kopi, Agama dan Keadaban Publik

11 September 2026

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.