Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Program Percepatan Kemensos Dimulai dari Belu
NTT NEWS

Program Percepatan Kemensos Dimulai dari Belu

By Redaksi5 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menteri Sosial (berdiri) saat memberikan arahan di Atambua (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Sesuai dengan agenda pembangunan nasional atau Nawacita, pembangunan di wilayah pinggiran dan perbatasan antar negara menjadi perhatian penting pemerintahan Jokowi-JK.

Demikian disampaikan Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham pada rapat koordinasi percepatan pembangunan wilayah perbatasan bersama sejumlah pimpinan daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Belu di gedung Betelalenok, Atambua, Kamis (05/04/2018).

“Wilayah perbatasan sangatlah strategis, sebagai “halaman terdepan” juga dapat dipandang sebagai “jendela” untuk menerawang kondisi di dalam negeri. Saya pikir hal ini penting untuk meningkatkan perhatian kita guna mendorong percepatan pembangunan di-41 perbatasan antar negara,” ujarnya.

Disampaikannya, Kementerian Sosial telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan dengan mengundang Bupati di-41 kabupaten/kota perbatasan. Salah satu rekomendasi adalah melaksanakan penjajahan ke-41 kabupaten/kota perbatasan yang dimulai dari Belu.

Mentri sosial menyampaikan bahwa melalui akselerasi pembangunan sosial di perbatasan kesetiakawanan sosial sebagai sebuah bangsa dapat ditingkatkan.

Diakuinya, kesetiakawanan sosial lahir jauh sebelum NKRI ini lahir dan telah menyatukan bangsa ini dari Sabang sampai Merauke. Apabila ada masalah sosial di wilayah perbatasan itu adalah masalah bangsa.

Karena itu sesuai dengan cita-cita dan amanah Presiden Jokowi, Kementerian Sosial akan fokus melaksanakan akselerasi pembangunan sosial di perbatasan yang merupakan pintu depan NKRI.

Program-program yang difokuskan di wilayah perbatasan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Sosial berupa penanganan masalah-masalah kemiskinan, keterlantaran, keterasingan, ketunaan, kecacatan dan penyimpangan perilaku.

Selain itu, berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/bantuan sosial pangan atau Rastra, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, dan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas, anak, lanjut usia dan lainnya.

Dijelaskannya, penanggulangan kemiskinan melalui PKH telah menjangkau lebih dari 10 juta Keluarga penerima Manfaat (KPM), BPNT dan Rastra menjangkau lebih banyak lagi yaitu 15,6 Juta KPM.

Menteri yang juga politisi partai Golkar ini menyampaikan, untuk mendorong percepatan pembangunan di 41 wilayah perbatasan antar negara, Kementerian Sosial akan memulai dari Kabupaten Belu dengan suatu aksi sinergi pelaksanaan program yang melibatkan Kementerian Sosial, Pemerintah Daerah, dunia usaha serta masyarakat.

Untuk tercapainya program tersebut, Idrus mengajak semua pihak untuk sinergi melakukan upaya percepatan program.

 

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

Belu
Previous ArticleKSP Pintu Air Gelar RAT di Kupang
Next Article Paket WM Bicara Swasembada Pangan, MJ Jabarkan Program Keberlanjutan

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.