Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Bungkam dengan Wartawan, Pegawai di Nakertrans Matim Malah Asyik Main Game
Human Trafficking NTT

Bungkam dengan Wartawan, Pegawai di Nakertrans Matim Malah Asyik Main Game

By Redaksi9 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah pegawai Dinas Nakertrans Matim lagi asyik bermain game yang terekam kamera (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Beberapa awak media di Manggarai Timur (Matim) mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten itu, Senin (09/04/2018) sekitar pukul 15.10 Wita.

Para awak media datang untuk mengonfirmasi terkait tiga tenaga kerja wanita (TKW) asal Matim yang gagal diberangkatkan di Bandara Komodo, Manggarai Barat pada 5 April lalu.

Baca: Tiga Calon TKW Dipulangkan, Forum Pemuda Matim Unjuk Rasa di Borong

Anehnya, memasuki kantor dinas yang berlokasi di Lehong Borong itu, tidak ada satu pun pegawai yang merespon kedatangan beberapa awak media.

Meski beberapa awak media menyapa para pegawai Dinas Nakertrans Matim sebanyak tiga kali. Namun mereka tampak cuek tak merespon.

Tampak ada pegawai yang sedang duduk dan melihat kedatangan sejumlah awak media, namun mereka tampak tidak peduli.

Karena tidak kunjung direspon, sejumlah awak media pun masuk dan menunggu di depan meja khusus untuk tamu.

Di situ, awak media mencoba menyapa lagi para pegawai, namun lagi-lagi mereka tidak menggubris.

Lantaran tak direspon, para awak media pun berdiri dan menunggu respon dari pegawai-pegawai.

Ada pegawai yang melirik, tetapi tidak merespon sapaan awak media.  Bahkan, terpantau ada sebagian dari pegawai di dinas itu lagi asyik bermain game play station. Padahal masih jam kerja.

Dari luar ruangan dengan jelas awak media mendengar bunyi permainan yang biasa ada di dalam computer atau laptop itu.

Baca: Format Desak DPRD Panggil Kadis Nakertrans Matim

Terlihat mereka berkerumun di satu tempat. Ada yang duduk dan ada yang berdiri.

Setelah beberapa menit menunggu dan tidak kunjung direspon pegawai-pegawai Nakertrans Matim, crew media akhirnya memutuskan keluar dan pulang dari ruangan.

VoxNtt.com berusaha menghubungi Kadis Nakertrans Matim Zakarias Sarong melalui pesan WhatsApp-nya, Senin sore, namun belum mendapatkan jawaban.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleFormat Desak DPRD Panggil Kadis Nakertrans Matim
Next Article Warga TTU Diimbau Aktif Cegah Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.