Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hadir Kampanye, Lebu Raya Sebut Marsel-Djafar Pasangan Kompak
NTT NEWS

Hadir Kampanye, Lebu Raya Sebut Marsel-Djafar Pasangan Kompak

By Redaksi18 April 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Calon wakil bupati Ende, H. Djafar Achmad sedang menyerahkan bunga kepada calon bupati Ende Marsel Petu di Wewaria. (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Frans Lebu Raya turut hadir kampanye pasangan Marselinus Y.W.Petu dan H. Djafar Achmad di Koponitu, Kelurahan Onekore, Selasa siang (17/04/2018).

Gubernur NTT ini mengakui kekompakan pasangan Marsel-Djafar selama memimpin hingga kembali bertarung dalam konstelasi Pilkada Ende.

“Pasangan Marsel-Djafar ini sudah teruji selama lima tahun. Dan terbukti bahwa saat ini mereka secara bersama untuk maju kembali,” ucap Lebu Raya.

Ia mengatakan, pasangan incumbent ini mesti sebagai contoh terhadap pemimpin lain. Misalnya, rasa keharmonisan selama membangun .

“Mereka dua kompak dan biasanya kompak itu enak bicaranya. Misalnya saya (gubernur) sebenarnya kompak tapi kami berubah diakhir masa jabatan. Dulu fren dan periode berikutnya berubah frenly,” ucap Frans disambut tawa peserta kampanye.

Ia menjelaskan, kekompakan setiap pemimpin dapat membawa perubahan daerah ke arah positif. Hal ini dibukti dengan sejumlah pembangunan yang terjadi di Kabupaten Ende selama dipimpin Marsel dan Djafar.

“Kalau (bupati dan wakil) sudah pecah belah berarti pembangunan di suatu daerah akan terhambat. Bagaimana mau mengurus rakyat kalau pemimpin tidak solid, tidak kompak. Jadi pemimpin harus seperti mereka dua ini. Dan yakin bahwa semua pembangunan akan berjalan baik,” katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticlePedagang Pasar di Maumere Belum Tahu Ada UMi dari Kementerian Keuangan
Next Article Agar Petani NTT Sejahtera

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.