Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN»Begini Cara Kepala SMPN 10 Ruteng Antisipasi Anarkis Setelah UN
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Begini Cara Kepala SMPN 10 Ruteng Antisipasi Anarkis Setelah UN

By Redaksi26 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala SMPN 10 Ruteng, Magut R.S.Yosef (tengah) setelah melaksana UN di sekolahnya (Foto: Dok. Pribadi Kepsek Yosef)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Lumrah, jika siswa melakukan euforia setelah melaksanakan ujian nasional (UN). Kendati memang ada sebagian siswa yang merayakan UN secara biasa tanpa tindakan aktif.

Namun tidak bisa dipungkiri banyak siswa yang melakukan selebrasi dengan cara berkonvoi ramai-ramai dengan menggunakan sepeda motor. Lalu, mencorat-coret baju mereka dengan cat atau spidol. Ada juga yang berjoget dan membuat pesta.

Terkadang aksi euforia ini tidak bermanfaat untuk lingkungan sendiri, bahkan bisa berujung pada mengganggu kenyamanan orang lain.

Namun di SMPN 10 Ruteng, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai punya cara tersendiri untuk mengantisipasi euforia berlebihan para siswanya yang telah melaksanakan UN tahun 2018 ini.

Kepala SMPN 10 Ruteng Magut R.S.Yosef mengaku, dirinya berpikir serius untuk mengantisipasi tindakan tak terpuji para siswanya jauh sebelum pelaksanaan UN tahun 2018 ini.

Terobosan baru ini dibuatnya dengan cara mengundang para orangtua siswa kelas III untuk melakukan pertemuan di sekolah yang berlokasi di Kampung Rai, Desa Rai, Kecamatan Ruteng itu.

Pertemuan itu bertujuan agar setelah melaksanakan UN, para orangtua siswa sendiri yang menjemput anaknya di sekolah.

“Tadi di sekolah setelah ujian, orangtua masing-masing siswa datang jemput. Sehingga anak-anak didampingi dan tidak melakukan ugal-ugalan di jalan,” kata Yosef kepada para awak media di Kantor Dinas Pendidikan Manggarai, Kamis siang (26/04/2018).

Pelaksanaan UN SMP kali ini dijalankan selama 4 hari pada 23-26 April 2018. Di SMPN 10 Ruteng sendiri, orangtua siswa dan pihak lembaga sepakat untuk merayakan UN di sekolah pada hari terakhir.

“Tadi ada acara penyerahan anak dari sekolah kepada orangtua, sekaligus ucapan terima kasih orangtua kepada sekolah,” aku Yosef.

Kendati tahun sebelumnya tidak ada tindakan anarkis para siswanya, namun pihak Yosef tetap melakukan terobosan baru ini sebagai langkah antisipasi.

Para orangtua datang ke sekolah dan menjemput sendiri anak mereka, sehingga tidak ada peluang bagi siswa untuk melakukan selebrasi berlebihan.

Selain dijemput orangtua, kata Yosef, di hari terakhir pelaksanaan UN para guru tetap memeriksa setiap siswa, kemungkinan membawa spidol untuk mencoret baju seragam sekolah dan benda-benda lain untuk melakukan selebrasi pasca UN.

“Alhasil siswa tidak membuat onar. Pelaksanaan UN di SMPN 10 Ruteng selama beberapa hari ini aman dan lancar, tidak ada halangan. Jumlah peserta UN sebanyak 144 siswa, perempuan 86 dan sisanya laki-laki,” katanya.

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleDolvi Kolo Resmi Ajukan Gugatan Ketum PDIP ke PN Kupang
Next Article Polres Ngada akan Tindak Tegas Penyebar Berita Hoax

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.