Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Format Desak Pemda Berantaskan Rentenir Berlabel Koperasi Harian di Matim
Ekbis

Format Desak Pemda Berantaskan Rentenir Berlabel Koperasi Harian di Matim

By Redaksi26 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pankrius Purnama, Koordinator Format (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Forum Pemuda Manggarai Timur (Format) mendesak Pemerintah Daerah Manggarai Timur melalui Dinas Koperindag untuk segera memberantas praktik rentenir yang berlabel koperasi harian di kabupaten itu.

Koordinator Format Pankrius Purnama mengatakan, sudah banyak masyarakat di Matim terjebak dalam tipu daya para tenggkulak yang berlabel koperasi harian tersebut.

Akibatnya, masyarakat dililiti utang karena ulah para rentenir dengan bunga pinjaman yang tidak sesuai regulasi.

Menurut Pankrius, penentuan bunga koperasi harian yang beredar di Matim sangatlah besar. Bahkan ada yang bunganya sampai 40 persen.

“Pemda buat apa saja. Pemda terkesan membiarkan rakyatnya diperas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab seperti ulah koperasi harian. Tiap hari mereka ini berkeliaran, namun dibiarkan saja. Mana dinas terkait. Ko diam saja. Harus ambil sikap tegas terkait praktik rentenir ini,” tegas Pankrius Purnama kepada VoxNtt.com, Kamis (26/04/2018).

Dia menyatakan, banyak fakta-fakta yang terjadi di Matim akibat ulah koperasi harian.

Hal tersebut seperti, ada yang jual tanah dan perabot rumah tangga. Bahkan rumah dijual karena utang dengan koperasi harian itu.

“Mereka itu rentenir yang berlabel koperasi. Mereka itu pemeras masyarakat yang berdasi. Para tengkulak itu tidak boleh dibiarkan. Pemda Matim melalui dinas terkait mesti tangkap dan berantaskan praktik ini. Kasian masyarakat, setiap hari kerja cari uang untuk stor ke mereka,” tambahnya.

Sebab itu, dia mendesak Pemda Matim untuk segera mengecek semua koperasi harian di Matim untuk memastikan legal atau ilegal.

“Kalau ditemukan ilegal, tangkap saja. Jangan main-main dengan mereka. Jangan biarkan para tengkulak itu meresahkan warga Manggarai Timur,” tegasnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleProyek Jalan Warat-Nceang Akan Diaudit BPK
Next Article Bupati Ray Nonjobkan Sekwan TTU

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.