Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tiba di Kefamenanu, Dua TKW yang Telantar di Jakarta Disambut Isak Tangis Keluarga
HEADLINE

Tiba di Kefamenanu, Dua TKW yang Telantar di Jakarta Disambut Isak Tangis Keluarga

By Redaksi26 April 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban Adriana Sikas (sementara menundukkan kepala) saat bertemu dengan kedua orangtua kandungnya (Foto: Eman Tabean/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Adriana Sikas (27), warga Kampung Haumeni, Desa Sainiup dan Maria Balok (29), asal Desa Tunbaen, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU yang beberapa waktu lalu dikabarkan telantar di Jakarta, akhirnya tiba di Kota Kefamenanu pada Kamis, 26 April 2018.

Kedua TKW yang sejak beberapa tahun lalu bekerja di pabrik kuali di Tangerang Provinsi Banten tanpa diberi upah tersebut, tiba di kantor Dinas Nakertrans Kabupaten TTU dengan didampingi oleh Kepala Dinas Nakertrans Bernardinus Totnay dan Kadis Sosial Simon Soge, serta kasie Pemberdayaan Keluarga di Dinsos TTU Mariana S.A.Nope.

Orangtua Adriana dan Maria yang mendapat informasi tersebut langsung datang untuk menjemput kedua putri mereka.

Saat bertemu dengan Adriana dan Maria, orangtua keduanya saling berpelukan dan menangis terharu.

Korban Maria Balok (tengah) saat bersama ibu angkat dan perwakilan IOM di Kabupaten TTU (Foto: Eman Tabean/ Vox NTT)

Setelah beristirahat beberapa saat, pihak Nakertrans dan Dinsos, serta perwakilan dari IOM langsung menyerahkan kembali Adriana dan Maria kepada pihak keluarga dengan terlebih dahulu menandatangani berita acara penyerahan.

Kadis Nakertrans Kabupaten TTU, Bernardinus Totnay saat diwawancarai awak media menjelaskan, proses pemulangan dua TKW ini terjadi berkat kerja sama pemerintah, Padma Indonesia dan IOM.

Totnay juga mewakili Pemda TTU secara khusus mengucapkan terima kasih kepada IOM yang telah membantu memfasilitasi pemulangan dua TKW tersebut hingga tiba dengan selamat di Kota Kefamenanu.

Untuk langkah selanjutnya, kata dia, akan dilakukan pendampingan rehabilitasi psikis kepada Adriana dan Maria. Untuk hal tersebut diserahkan kepada pihak Dinas Sosial TTU.

“Untuk urusan selanjutnya nanti kita serahkan ke Dinas Sosial untuk penanganan psikis dua TKW tersebut,” kata Totnay.

Senada dengan Totnay, Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU, Simon Soge mengatakan, mulai besok pihaknya sudah akan melakukan pendampingan untuk penanganan psikis terhadap Adriana dan Maria.

Baca: Tangani Kasus Adriana, Pemkab TTU Utus Tim ke Jakarta

Untuk penanganan psikis keduanya, jelas Simon, akan dilakukan oleh badan satuan bakti pekerja sosial dan lembaga konsultasi kesejahteraan keluarga pada Dinas Sosial, serta perwakilan IOM di Kabupaten TTU.

Masih Simon, untuk penanganan hukum terhadap kasus ini sementara terus berproses di Polres Metro Tangerang .

Sedangkan untuk langkah hukum lain akan diambil setelah dilakukan koordinasi dengan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez.

Sementara itu, Hendrikus Kono selaku ayah kandung Adriana Sikas mengaku sangat bersyukur atas upaya Pemda TTU dan semua pihak lain yang telah membantu pemulangan putrinya.

Ia berharap agar penanganan kasus hukum bisa terus berjalan, sehingga semua pihak yang terlibat dalam persoalan yang menimpa putrinya mendapatkan ganjalan setimpal.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleBerturut-turut Turunkan Angka Stunting, Dinkes Matim Dapat Penghargaan
Next Article Di Ende, Bayi 8 Bulan Digigit Anjing Rabies

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.