Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Ende, Bayi 8 Bulan Digigit Anjing Rabies
KESEHATAN

Di Ende, Bayi 8 Bulan Digigit Anjing Rabies

By Redaksi26 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi anjing rabies
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Seorang bayi usia 8 bulan asal RT 001, RW 04, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, dikabarkan digigit anjing rabies pada Kamis lalu (19/4/2018). Bayi tersebut diketahui bernama Alexandro Milton Angi.

Menurut cerita anggota keluarga, Agustinus Tegu dan Severiana Wally, bahwa anjing rabies menggigit Alexandro pada Kamis pagi. Saat itu, Yohana Fransiska M. Dupa sedang menggendong Alexandro di samping rumah.

Anjing datang dari arah samping langsung menyerang dan menggigit jari kaki kanan Alexandro. Akibatnya, kakinya mengalami luka lebar.

Keluarga korban kemudian menghantar Alexandro ke rumah sakit untuk diperiksa dan dijahit.

“Yah, benar (luka) serius. Jahit sebanyak delapan kali. Tadi kami baru pulang periksa lagi,”ucap Severiana, lantas menunjuk kaki Alexandro yang digigit anjing.

Ia menjelaskan, setelah digigit anjing rabies, Alexandro mengalami panas tinggi dan demam. Tapi kondisi saat ini, jelas dia, sudah membaik.

“Dokter bilang sudah baik. Semoga cucu kami baik-baik saya,”katanya.

Sementara Lurah Paupire, Kris Nggala membenarkan bahwa anjing rabies itu telah dibunuh dan kepalanya telah diperiksa secara medis.

“Sudah hasil medisnya positif. Kita dapat surat dari Dinas Pertanian dan Peternakan dan hasilnya itu,”kata Kris di ruang kerjanya, Kamis (26/04/2018).

Ia berharap agar, warga Paupire selalu waspada dan melaporkan hewan peliharaan ke pihak terkait untuk divaksin.

“Kita selalu minta supaya divaksin. Kita waspadalah karena kasus rabies sudah menyebar ke wilayah kita,”ungkap Kris.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleTiba di Kefamenanu, Dua TKW yang Telantar di Jakarta Disambut Isak Tangis Keluarga
Next Article Rusun Asrama Pesantren Walisanga Ende Diresmikan

Related Posts

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.