Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Potensi Rekrut TKI Ilegal Terjadi Pada Masa Transisi Tahun Ajaran Baru
Human Trafficking NTT

Potensi Rekrut TKI Ilegal Terjadi Pada Masa Transisi Tahun Ajaran Baru

By Redaksi28 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Koordinator KIP-MP NTT, Irminus Deni saat memberikan keterangan kepada media di kediaman korban Yuliana Reku, TKI Ende yang tenggelam di perairan Johor Malaysia beberapa waktu lalu (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Berbagai cara dan kesempatan bagi pelaku perekrutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal. Selain rayuan atau janji-janji manis, kesempatan seseorang untuk mencari pekerjaan selalu dimanfaatkan secara tidak wajar.

Koordinator Koalisi Insan Peduli Migran dan Perantauan (KIP-MP) NTT, Irminus Deni mengemukakan bahwa peluang paling rawan perekrutan terjadi pada musim transisi tahun ajaran baru. Hal ini kerap terjadi terutama bagi lulusan SMA.

Menurutnya, dalam kondisi polos, para lulusan selalu dirayu untuk mencari kerja dengan iming-iming upah besar. Sasaran perekrut biasanya terjadi pada keluarga yang dianggap kurang mampu secara ekonomi.

“Pada saat itu, kondisi anak sedang bimbang. Anak-anak usia produktif biasanya sudah mengetahui kondisi ekonomi keluarganya, mau lanjut kuliah atau tidak. Nah, biasanya kesempatan bagi para pelaku perekrutan,” katanya di Ende, Kamis (26/04/2018).

Ia menjelaskan, merekrut TKI ilegal rentan terjadi dengan janji memperoleh upah tinggi. Sehingga menempuh jalan tikus dengan menabrak prosedur baku yang berlaku.

Alasan calon pekerja nekat mengambil melalui jalur ilegal dibandingkan legal dan prosedural karena munculnya birokrasi yang rumit dan mahal. Begitu juga dengan persyaratan yang dianggap bertele-tele.

Untuk itu Irminus berharap agar Pemerintah Daerah lebih gencar mensosialisasi lantas memberi pelayanan yang mudah dan cepat.

“Ini saat-saat perdagangan orang ya, musim begini. Dan saya yakin dalam waktu dekat ini, pelabuhan, bandara dan terminal pasti penuh,” katanya.

“Himbauan juga kepada orang tua, jangan sampai mengijinkan anak begitu saja. Orang datang ke rumah, kasih uang 500ribu atau satu juta, anak boleh dibawa. Tetapi kita tidak tahu anak kita kerja sana seperti apa. Karena calo itu seperti orang jualan pak, ngomongnya bagus-bagus semua,” ungkap Irminus, praktisi kemanusian.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleKasus Buang Bayi di Helung, Ini Temuan Polisi
Next Article Eksekusi Tanah di Soe Ricuh

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.