Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»NTT Kembali Dikirimi Jenazah TKI dari Malaysia
HEADLINE

NTT Kembali Dikirimi Jenazah TKI dari Malaysia

By Redaksi9 Mei 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peti Jenazah korban saat dibaringkan di ruang jenazah RSUD W. Z Johanes Kupang. (Foto: Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Kasus meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di luar negeri, seolah seperti film berseri yang tak pernah habis.

Rabu (09/05/2018) kemarin NTT kembali mendapatkan kiriman Jenazah dari Malaysia. Dia adalah Maria Bhade (27) asal kampung Nuaria, Dusun Serowulu, Desa Detubinga, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka.

Jenazah Maria Badhe ini tiba di Kupang sekitar pukul 13.00 siang menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini bekerja di Malaysia sejak tahun 2014. Waktu berangkat Maria diduga tidak melalu prosedur yang resmi alias illegal.

Menurut keterangan Oktovianus, keluarga korban di Kupang saat dijumpai VoxNtt.com di Kamar Jenazah RSUD W. Z Johanes Kupang, Maria meninggal dunia karena digigit ular.

Oktovianus menceritakan, kejadian yang menyebabkan korban meninggal ini bermula ketika korban keluar rumah untuk membuang air kecil, sampai di luar rumah korban digigit Ular.

“menurut cerita keluarga dari Malaysia, pada saat mereka makan malam beliau ini keluar rumah untuk membuang air kecil. Sampai di luar rumah beliau digigit ular,” ujar Oktovianus.

Dia melanjutkan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri. Namun, belum tiba di RS korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya di tengah jalan.

“Setelah itu dia masuk dalam rumah, sempat bercerita bahwa dia digigit ular lalu setelah tidak sadarkan diri, merekapun (keluarga korban) langsung dibawa ke Rumah Sakit. Namun, dalam perjalanannya korban langsung meninggal, begitu cerita keluarga dari sana,” ungkapnya.

Informasi yang diterima media ini, Jenazah korban akan diberangkatkan ke Maumere pada hari Jumat, 11 Mei 2018.

“Sebenarnya diberangkatkan tadi atau besok, namun pihak kargo meragukan. Sebenarnya tadi dengan pesawat  Nam Air. Pesawat kecil tidak bisa karena dia punya begasinya kurang besar. Akhirnya kita menunggu sampai sampai hari Jumat,” ujarnya.

Mengenai biaya pengiriman ke Maumere, sudah difasilitas oleh pihak BP3TKI Kupang sampai di kampung halaman.

“Tadi penjemputan jenazah juga dengan pihak BP3TKI dan kami sebagai keluarga, kita bersama-sama dengan pihak rohaniwan kita berdoa bersama tadi. Kami berterima kasih dengan BP3TKI yang sudah memfasilitasi ini,” imbuhnya.

Terpisah, Agustinus Sola, ponaan Korban juga seolah-olah membenarkan bahwa meninggalnya Maria Badhe sejak Kamis, 3 Mei 2018 lalu diduga kuat karena digigit Ular sekitar pukul 10.00 malam waktu setempat.

“Karena mati tidak wajar pihak kepolisian Malaysia langsung ambil tindakan untuk melakukan outopsi dan hasil Outopsi itu tidak ada tindakan kekerasan dalam tubuh korban,” tambahnya.

Walau saat meninggal, Maria Bersama keluarga sekampungnya di Malaysia namun keluarga di sini (Kupang) tidak mengetahui siapa yang mengirimkan dan menghantar Jenazah korban hingga tiba di Kupang.

Penulis:  Tarsi Salmon

Editor:  Boni Jehadin

 

 

Kota Kupang
Previous ArticleGMNI Sebut DPRD Takut Kadis PK Matim
Next Article 30 Lokasi di Matim Akan Dibangun BTS dan Akses Internet

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.