Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Kongres Mahasiswa Adonara di Seluruh Indonesia Hasilkan Triasporasi
MAHASISWA

Kongres Mahasiswa Adonara di Seluruh Indonesia Hasilkan Triasporasi

By Redaksi1 Juni 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta kongres KODA SI saat pose bersama (Foto: Dok. KODA SI)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Yogyakarta, Vox NTT- Organisasi Mahasiswa Diaspora Adonara dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar kongres di Yogyakarta pada 26 – 27 Mei 2018.

Kongres ini dinamakan KODA SI, Kongres Organisasi Mahasiswa Diaspora Adonara Seluruh Indonesia.

KODA SI diselenggarakan oleh sejumlah organisasi mahasiswa asal Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Mereka ialah Angkatan Muda Adonara (AMA) Jakarta, Himpunan Keluarga Mahasiswa Adonara (HIKMA) Bandung, Keluarga Mahasiswa Adonara Yogyakarta (KMAY), Forum Diskusi Adonara Laweyan Surakarta (FALS), Generasi Muda Adonara (GEMA) Surabaya, Paguyuban Nusa Tadon Adonara (PANUSA) Malang, Angkatan Muda Adonara (AMA) Samarinda, dan Angkatan Muda Adonara (AMA) Kupang.

Kongres di bawah tema “Membangun Langkah Harmoni untuk Lewotana” tersebut menghasilkan Triasporasi.

Triasporasi, tri (tiga) menegaskan terkait tiga sektor utama yang menjadi pokok pembahasan kongres. Sedangkan Asporasi ialah Aspirasi Mahasiswa Diaspora Adonara Seluruh Indonesia.

Ketiga sektor utama yang dibahas dalam kongres yakni; pendidikan, ekonomi, dan pertanian.

Pada sektor pendidikan, ditekankan perlu adanya peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan dengan tetap berbasis pada kearifan lokal lamaholot;

Lalu, pada sektor ekonomi, diharapkan adanya pengembangan ekonomi rakyat berbasis pada potensi lokal.

Kemudian, pada sektor pertanian, diharapkan mampu mewujudkan pertanian yang berkualitas melalui pengembangan SDM dan pasar dengan didukung infrastuktur yang memadai.

Selain tiga isu sektoral tersebut, kongres KODA SI juga turut membahas Daerah Otonomi Baru (DOB) Adonara.

Isu DOB Adonara diangkat oleh delegasi AMA Jakarta. Forum kongres kemudian menyepakati hal itu. Forum mengklaim usulan DOB benar-benar murni disuarakan atas nama mahasiswa dan pemuda Adonara tanpa kepentingan dari elite politik atau pihak manapun.

Poin Sambutan

Markus Sabun Sua, Ketua Panitia Kongres KODA SI dalam sambutannya mengucapkan limpah terima kasih atas berbagai bentuk dukungan demi terselenggaranya kongres perdana tersebut.

Selanjutnya, Bosco Mawar, Ketua KMAY dalam sambutan selaku tuan rumah kongres menegaskan, pemuda dan mahasiswa sesungguhnya merupakan aktor perubahan.

Namun perubahan itu, kata Mawar, tidak mungkin tercapai apabila tidak dilakukan secara kolektif dan dilandasi dengan spirit gemohing (gotong royong).

Grace Gracella, perwakilan DPO KMAY turut menggaungkan pentingnya kerja kolektif. Dia mengharapkan agar setelah kongres ada follow up yang jelas untuk lewotana (daerah) Adonara.

Asis Wayongnaen, Ketua AMA Jakarta menegaskan, mahasiswa adalah sebuah kekuatan potensial dalam melakukan perubahan.

Bosco Gorantokan, Ketua GEMA Surabaya menegaskan tentang pentingnya one tou kirin ehan (persatuan) dan gemohing (gotong royong) dalam membangun lewotana (daerah).

Kemudian, Frans, Ketua Fals Surakarta mengingatkan kepada seluruh peserta kongres bahwa apa yang akan dibicarakan harus mampu direalisasikan demi kemajuan bersama.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembahasan follow up kongres. Poin-poin tindak lanjut yakni ditetapkannya pelaksanaan KODA SI kedua pada akhir Februari 2019 dengan AMA Jakarta sebagai tuan rumah.

Follow up berupa pelaksanaan hasil kongres, setiap organisasi diharapkan menjadikan hasil kongres ini sebagai acuan dalam mengemas kegiatan “Paket Pulang Kampung”. Kegiatan bersama untuk mengisi waktu liburan nanti akan dilaksanakan di Lewotana.

 

Sumber: Press Release
Editor: Ardy Abba

Previous ArticleDiduga Dikerjakan Asal Jadi, Tempat Timbangan Sapi di TTU Mubazir
Next Article Anak Jaksa di TTU Diculik, Polisi Beri Sinyal Terkait Kasus Dana Desa Noenasi

Related Posts

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.