Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Berganti Nama, Nikolaus Diduga Jadi TKI Secara Ilegal
HEADLINE

Berganti Nama, Nikolaus Diduga Jadi TKI Secara Ilegal

By Redaksi5 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Serah terima jenazah secara simbolik dari BP3TKI Kupang yang diwakili Kepala Seksi Penempatan TKI P4TKI Maumere, Rafael Rada kepada salah satu wakil keluarga. (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Nikolaus Robertus, ternyata bukan nama asli TKI asal Nangahure, Sikka yang meninggal di Sandakan, Malaysia.

Keluarga mengenalnya dengan nama Nikolaus Mitan.

Lantaran hal itu, Nikolaus diduga berangkat ke Malaysia secara ilegal.

Menurut Kepala Seksi Penempatan P4TKI Maumere Rafael Rada, Nikolaus tidak ada dalam database TKI asal NTT yang bekerja di Malaysia.

Ketika mendengar kabar meninggalnya TKI asal Maumere dengan nama Nikolaus Robertus, pihaknya melakukan pencarian dokumen TKI atas nama tersebut.

Akan tetapi, tidak ada satu berkas pun yang memuat nama almarhum.

Menurut dia, P4TKI Maumere atau pun BP3TKI Kupang menyimpan data TKI asal NTT yang berada di luar negeri.

“Almarhum ini legal di Malaysia tetapi tidak legal di sini,” terangnya di hadapan keluarga sebelum penyerahan jenazah secara simbolik, Rabu (30/5/2018) lalu.

Pada passport yang dikeluarkan KRI Tawau dan dokumen kematian disebutkan nama almarhum adalah Nico Robertus.

Nico Robertus lahir di Flores Timur tahun 1983.

Padahal menurut keluarga yang ditemui VoxNtt.com almarhum dikenal dengan nama Nikolaus Mitan, lahir tahun 1974 di Maumere.

Nikolaus berangkat ke Malaysia pada awal 2000-an bersama adik iparnya, Elias Laki.

Sebelumnya, di Maumere Nikolaus sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan umum.

Keahliannya tersebut diteruskan saat bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sandakan, Malaysia.

Elias mengatakan keduanya masuk ke Malaysia melalui Nunukan.

Awal berangkat tidak ada dokumen.

Dokumen baru diurus di Malaysia oleh si penyedia kerja.

“Berangkat pertama tidak ada dokumen tetapi setelah pulang ke Indonesia sekitar tahun 2004 sudah ada dokumen,” terangnya.

Di Malaysia, Nikolaus bekerja sebagai sopir truk pengangkut kelapa sawit yang disebut lorry.

Akan tetapi, dalam dokumen kematian Nikolaus disebut sebagai pemelihara ladang.

Terkait hal ini, Rafael Rada mengimbau setiap warga Sikka yang hendak menjadi pekerja migran sebaiknya secara prosedural.

“Beruntung pihak penyediaan kerja mau bertanggungjawab memulangkan jenazah,” ucapnya.

Ditambahkannya, pihak keluarga diberikan santunan dari BP3TKI Kupang dan Dinas Ketenagakerjaan Pemprov NTT.

“Jumlah tidak seberapa namun ini bentuk perhatian dari pemerintah terhadap pekerja migran,” tandas Rafael.

 

Penulis: Are de Peski
Editor: Adrianus Aba

 

Baca Juga:

  • Jenazah TKI Asal Sikka Telantar di Kupang
  • Keluarga Bantah Telantarkan Jenazah Nikolaus
  • Ini Kronologis dan Penyebab Kematian TKI Asal Sikka
Sikka
Previous ArticlePengurus Agupena Cabang Ngada Dikukuhkan
Next Article Jelang Idul Fitri, Ini Seruan Perdamaian dari Perbatasan

Related Posts

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.