Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Kolipadan: Menuju Desa Penghasil Perahu Fiber
VOX DESA

Kolipadan: Menuju Desa Penghasil Perahu Fiber

By Redaksi8 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Perahu-perahu fiber yang dikerjakan oleh nelayan dari Desa Kolipadan, Ile Ape, Lembata (Foto: Hengky Ola Sura/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Lembata Vox NTT-Desa Kolipadan adalah salah satu desa pesisir yang ada di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Keseharian penduduknya yang sebagian besar nelayan dan peternak.

Sumarmo Boli, Kepala Desa Kolipadan mendorong warganya terlibat dalam pembuatan perahu sebagai sarana penangkapan ikan.

Dana desa pun digelontorkan bagi peningkatan ekonomi warganya dalam proses pembuatan perahu fiber.

Tahun ini telah 10 perahu dikerjakan dan telah dimanfaatkan oleh para nelayan.

Kirsan Ola, seorang nelayan yang ikut terlibat dalam pembuatan perahu mengaku bangga dengan terobosan Kades Sumarmo.

“Ini satu-satunya yang ada di kabupaten Lembata pak. Kami berharap ke depannya para nelayan di Lembata sini tak perlu jauh-jauh harus membeli perahu ke Nangahle-Maumere tapi bisa pesan melalui kami di Kolipadan,” ujar Kirsan.

Senada dengan Kirsan, Muhammad seorang warga desa Kolipadan mengaku bangga dengan pembuatan perahu fiber di desanya.

“Saya sendiri belum terlibat tetapi semoga ada kesempatan diberikan juga kepada saya untuk terlibat dalam proses pembuatan perahu,” kata Muhammad.

Kades Sumarmo sendiri kepada VoxNtt.com mengaku, menargetkan tahun 2020 sebagai era teknologi Kolipadan sebagai desa pembuatan perahu pabrik fiber.

Terpisah, Thomas Ola Langoday, Wakil Bupati Lembata yang ditemui pada Minggu 27 Mei lalu, ikut mendukung pengerjaan pembuatan perahu fiber.

“Daripada harus jauh-jauh membeli perahu sampai ke Maumere dengan harga yang lumayan mahal saya kira perahu yang dikerjakan di Kolipadan itu juga sangat bagus semua nelayan bisa membelinya dari desa Kolipadan,” kata Wabup Ola

 

Penulis: Hengky Ola Sura

Lembata
Previous ArticleGubernur NTT Lantik 10 Pejabat Eselon II
Next Article Peningkatan SDM Masyarakat Perbatasan Butuh Kerja Sama

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.