Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Manong-Wae Mantang Rusak Parah
Regional NTT

Jalan Manong-Wae Mantang Rusak Parah

By Redaksi20 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan yang menghubungkan Dusun Laru-Dusun Garang, Desa Manong menuju Desa Wae Mantang di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai hingga kini rusak parah (Foto: Leonardus Jehatu)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng Vox NTT- Jalan yang menghubungkan Dusun Laru-Dusun Garang, Desa Manong menuju Desa Wae Mantang di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai hingga kini rusak parah.

Ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Manggarai itu, sekitar lima kilometer seakan belum dibangun aspal.

Padahal sebelumnya aspal sudah dibangun, namun sudah terkupas keluar hanya tersisa batu telford.

Batu-batu telford yang sangat licin di atas ruas jalan penghubung Desa Manong dan Desa Wae Mantang tersebut menyulitkan pengendara saat melintas.

Rius Tarus, Warga Laru Desa Manong kepada VoxNtt.com, Rabu pagi (20/06/2018), mengatakan sepanjang 5 kilometer di jalan itu aspal tak lagi membekas dan hanya tersisa batu telford.

Itu terutama jalan yang menghubungkan tiga kampung di Desa Manong dan Wae Mantang yaitu Kampung Laru menuju Garang dan Muwur.

Rius mengaku, di jalan yang rusak itu sering kali kendaraan roda dua dan empat tergelincir karena licin.

Apalagi jika melintas saat musim hujan. Semua kendaraan harus menggunakan dedak untuk menyiram di atas batu putih itu agar tidak licin.

“Semenjak diaspal sekitar tahun 2010 itu tidak pernah perbaik. Hingga sekarang ini kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak ada lagi aspal yang tersisa,” kata Rius.

“Kalaupun ada perbaikan hanya fokus di lokasi tertentu saja. Itu pun hanya dari dan Kampung Pau dan Kampung Kelumpang,” sambung dia.

Rius menduga pembangunan aspal jalan termasuk perbaikannya dikerjakan asal-asalan, sebab kualitasnya sangat rendah.

Dia mencontohkan, jalan yang menghubungkan Kampung Pau Desa Bangka Ajang menuju Kampung Kelumpang Desa Manong, meskipun sering diperbaiki namun tidak bertahan lama.

“Karena kerja asal-asalan. Selain itu tidak ada pengawasan dari pihak terkait pada saat pekerjaan berlangsung,” tandas Rius.

Selain itu, Rius menduga kualitas pekerjaan aspal rendah dikarenakan kontraktor pelaksana memakai tenaga dari luar wilayah itu.

“Padahal kalau kami yang dipakai untuk kerja rasa tanggung jawabnya ada dan pasti sangat berkualitas. Karena itu kepentingan dan kebaikan kami sendiri,” tegasnya.

Vendik, pengendara sepeda motor di salah titik lokasi yang rusak saat ditemui media ini juga mengeluh kondisi aspal jalan Manong-Wae Mantang yang memprihatinkan.

“Saya kalau lewat di sini harus hati-hati dan cari jalan tanah kosong di luar jalan kalau mau lewat,” katanya.

 

KR: Leonardus Jehatu
Editor: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleArtis Dangdut Azizah Akan Hiburkan Kampanye Akbar Paket Evas
Next Article Atasi Mubazirnya Perda di Matim, Fraksi PKPI Dorong Konsesus Kemitraan

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026

Uskup Ruteng: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Krisis Hati Nurani

19 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.