Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Kaum Muda Matim Ajak Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai
Pilkada

Kaum Muda Matim Ajak Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai

By Redaksi25 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tokoh muda asal Matim, Edi Dahal (Foto: Dok. Edi Dahal)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal hitung hari akan digelar pada 27 Juni mendatang.

Sebab itu, Edi Dahal salah satu tokoh muda Kabupaten Manggarai Timur mengajak masyarakat untuk mewujudkan Pilkada yang aman dan damai.

Pasalnya, pesta demokrasi adalah momentum untuk memilih pemimpin selama 5 tahun yang akan datang.

Pemilihan itu dipilih langsung oleh masyarakat sebagai pemangku kedaulatan tertinggi negara demokrasi ini.

“Karena itu, sebagai kaum muda Manggarai Timur saya mengajak seluruh masyarakat agar tetap mengedepankan rasa kekeluargaan, kerukunan, dan toleransj antara kelompok masyarakat. Sehingga Pikada bisa berlangsung dengan aman dan damai,” tegas Edi Dahal kepada VoxNtt.com, Senin (25/06/2018).

Dia mengingatkan, pesta demokrasi hanya diadakan sekali dalam lima tahun. Ia tidak diadakan setiap tahun.

Oleh karenanya, masyarakat diharapkan tetap menjaga keharmonisan antara sesama kita sebagai masyarakat.

Edi mengatakan, urusan politik hanya bersifat sementara. Urusan keluarga lebih penting karena berlaku sepanjang masa, di tengah masyarakat.

“Politik itu salang tuak yang artinya politik itu hanya sesaat atau sementara waktu saja. Sedangkan keluarga itu salang wae. Artinya hubungan keluarga berlaku lama dan akan terus terjalin. Jangan karena politik, hubungan sosial kemasyarakat jadi retak,” tambah Edi.

Dia juga berharap kepada simpatisan dari setiap kadidat agar tetap menjaga keamanan, kenyamanan dan ketenteraman serta keharmonisan di antara simpatisan.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleBupati Ray Sebut Ada Pungli dalam Rekrutmen Tenaga Kontrak
Next Article Kajian Masalah Kesehatan NTT Harus Komperhensif

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.