Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Embung di Lenang Mubazir
Regional NTT

Embung di Lenang Mubazir

By Redaksi2 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Embung di Lenang yang terancam mubazir (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Embung di Lenang, Desa Lenang, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tampak mubazir.

Embung yang dibangun Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Matim tahun 2015 itu sudah tidak terisi air.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, sejak dibangun embung di Lenang sama sekali belum ada manfaatnya bagi masyarakat setempat.

Pada musim hujan  memang air di embung itu penuh.  Namun,  saat musim kering airnya tidak ada. Malah menjadi tempat kubangan kerbau.

“Embung ini hampir tidak ada manfaat untuk warga di sini.  Lihat saja,  sebenarnya dibangunnya embung ini untuk bantu petani yang ada di sekitar sini. Tetapi,  kenyataannya,  musim kering ini tidak ada air,” ujar Paul J, salah satu warga yang ditemui VoxNtt.com di lokasi, Kamis siang (02/08/20180.

Padahal masyarakat setempat, kata Paul, mengharapkan agar air dari embung berukuran 10×10 meter itu mengalir ke sawah mereka.

Menurut dia sebelum ada embung, air di lokasi tersebut masih bisa digunakan warga untuk minum dan menyiram sayur-sayuran.

Anehnya, setelah embung dibangun, warga malah kesulitan mendapatkan air, terutama di musim kering.

“Lihat saja,  embungnya hanya sebagai tempat kubangan kerbau.  Airnya juga hampir tidak ada dan berkeruh.  Bagaiamana mau dimanfaatkan. Manfaat untuk masyarakatnya apa. Saya pikir, embung ini dibangun untuk lambang saja,” ujar Paul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Matim, Thomas Ngalong berjanji akan turun ke lokasi untuk mengecek kondisi embung tersebut.

“Saya akan minta petugas nanti ke lokasi untuk cek kondisi embung yang mubazir seperti yang diinformasikan warga. Kita pasti turun untuk mengecek itu, ” ujar Kadis Thomas saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui telepon selulernya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleNurani di Tengah Monopoli Stan Pasar Ruteng
Next Article Ketua DPRD NTT Pantau Jembatan Aesesa

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.