Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Bak Air Hanya Pajangan
HEADLINE

Bak Air Hanya Pajangan

By Redaksi9 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bak penampung air yang tidak pernah diisi air bersih sejak dibangun (Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Belu merupakan salah satu agenda prioritas Bupati  Belu, Wilybrodus Lay.

Hal tersebut dijanjikan saat masa suksesi pada 2016 lalu. Namun demikian, sudah berjalan tiga tahun, usaha pemenuhan air bersih masih terus menjadi persoalan pelik.

Didapati VoxNtt.com, Kamis (09/08/2018), warga masyarakat desa Rinbesi Hat, kecamatan Tasifeto Barat, Belu masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Di halaman rumah warga, terdapat bangunan bak penampung air dan jaringan perpipaan yang menghubungkan bak-bak air tersebut, namun ternyata sejak dibangun hingga hari ini, bak-bak tersebut tidak diisi air.

Donatus Bria, warga dusun Bekomean mengakui, bak yang dibangun tidak pernah diisi air. Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa menggali sumur kecil di bantaran sungai agar bisa menimbah air untuk kebutuhan sehari-hari.

Lanjut Donatus, warga masyarakat yang memiliki pompa air, biasanya sekali seminggu menyedot air dari kali untuk mengisi bak air yang ada.

Sementara, bagi warga yang mampu secara ekonomi lebih memilih untuk membeli air bersih pada tangki mobil penjual air bersih.

“Kami biasa beli air di tengki. Setengah tengki harganya 75.000 -90.000. Kalau pemakaian ful, satu minggu satu kali beli,” demikian kata Selvi Mauk, warga dusun Dinleo.

Warga berharap, bak air dan pipa yang sudah dibangun dapat dialiri air sehingga kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi.

Terpisah, Kepala Desa Rinbesi Hat Gregorius Ulu mengatakan bahwa dirinya kurang mengetahui soal keberadaan bak penampung air tersebut lantaran bak penampung air tersebut dibangun saat dirinya belum menjabat sebagai kepala desa.

“Bak itu dibangun, kalau tidak salah menggunakan APBN dan APBD 2. Hanya saya kurang tau persis karena waktu itu orang kabupaten yang datang kerja” jelas Gregorius.

Penulis:Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticlePKK Manggarai Beri Sumbangan ke Sejumlah Panti
Next Article DPD Golkar NTT PLT-kan Eldat dan Yoksan 

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.