Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Polres Manggarai Diminta Periksa Kepala SDK Satar Teu
HUKUM DAN KEAMANAN

Polres Manggarai Diminta Periksa Kepala SDK Satar Teu

By Redaksi28 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi dana PIP
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2017, bantuan khusus untuk anak-anak tidak mampu yang dilakukan SD, Kepala SDK Satar Teu Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur terus mendapat sorotan dari orang tua murid.

Aparat Kepolisian Resort Manggarai pun diminta agar segera memeriksa SD. Pasalnya, orang tua murid penerima dana PIP di sekolah itu mengaku sudah muak dengan ulah SD yang kerap mengambil dana bantuan pemerintah pusat.

Adapun jumlah uang yang diduga digelapkan yakni: Tahap I, untuk satu siswa Rp 225.000, tahap III, untuk 12 siswa, Rp 14.175.000, Tahap VIII, untuk 33 siswa, Rp 20. 700.000, Tahap X, Untuk satu siswa, Rp 225.000, Tahap XI, untuk 10 siswa, Rp 6.750.000. Total siswa yang dikorbankan 57 siswa dengan besaran uang
Rp 42.075.000.

Baca Juga: Inspektorat Matim Diminta Usut Dugaan Korupsi Kepsek Satar Teu

Sebelumnya pada tahun 2016, SD disoroti karena melakukan pungutan liar (Pungli) dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2016.

“Saya minta Polres Manggarai untuk usut dugaan penggelapan dana PIP oleh Kepsek Satarteu. Karena dana PIP selama dua tahun dia belum beri ke siswa penerima. Praktik korupsi di sekolah tidak boleh dibiarkan. Harus diperiksa Kepseknya, agar ada efek jera,” ujar RM, orang tua murid SDK Satarteu kepada VoxNtt, via telepon seluler, Selasa (29/8/2018).

Dia menambahkan, Ulah Kepsek yang memotong hak siswa sangatlah mencederai dunia pendidikan. Hal ini juga menyebabkan kesabaran orang tua murid penerima dana PIP sudah di ambang batas.

“Kami sudah muak dengan ulah Kepsek Satarteu. Pada tahun 2016 yang lalu dia ada pungli dana PIP. Waktu itu untung ada bantuan media massa sehingga uangnya bisa dikembalikan. Hari ini juga dia masih buat hal yang sama. Dia harus ditindaktegas. Bila perlu copot dia dari jabatannya,” tegas RM.

Penulis: Nansi Taris
Editor: BJ

Manggarai Timur
Previous ArticleGempa 6,2 SR Guncang Kupang
Next Article Uniknya Inkulturasi Islam-Kedang di Lembata NTT

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.