Gedung rawat inap RSUD dr. Ben Mboi Ruteng rusak akibat diterjang angin puting beliung pada Selasa, 11 September 2018 pagi. (Foto: Dok. BPBD Manggarai)

Ruteng, Vox NTT- Tak sampai satu hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai memulihkan RSUD dr Ben Mboi Ruteng dalam upaya tanggap darurat.

Sekretaris BPBD Manggarai, Kristo D.J Reme mengatakan, setelah bencana alam angin puting beliung memorak-porandakan bangunan rawat inap RSUD Ruteng pada Selasa, 11 September 2018, pihaknya hanya butuh waktu 10 jam memulihkan dan membuat suasana kembali kondusif.

“Kami dengan sigap langsung melakukan upaya tanggap darurat untuk memperbaiki kembali ratusan sink yang rusak akibat angin puting beliung itu kemarin, kami kerja mulai jam 9 sampai jam 6 sore,” terang Kristo kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (12/09/2018).

Dia mengaku, BPBD Manggarai langsung mengeluarkan sejumlah bahan non lokal untuk memperbaiki bangunan RSUD Ruteng yang rusak setelah diterjang angin puting beliung.

Bahan-bahan itu seperti, 185 lembar sink, paku sink 9 Kg, lem sink 2 rol, dan karet sink 7 lembar. Selain bahan, BPBD Manggarai juga membiayai 12 orang tukang untuk memperbaiki sink-sink yang rusak akibat bencana alam tersebut.

“Rumah sakit ini kan, rumah menyelamatkan nyawa orang yang sakit. Karena itu, kami langsung sigap melakukan upaya penyelamatan,” katanya.

Kristo menambahkan, sesuai laporan Direktur RSUD dr. Ben Mboi Ruteng Elisabeth F. Adur bencana puting beliung tersebut terjadi pada pukul 08.15-08.45 Wita.

Akibatnya, bangunan rawat inap rusak. Rinciannya, atap sink ruang penyakit dalam rusak setengah bagian di selatannya.

Kemudian, ruang Tratai (ruang anak), sink dan bantal bagian utara belakang rusak, serta dua buah kaca jendela pecah.

Selanjutnya, ruang Anggrek, satu lembar sink terlepas pada bagian belakang bangunan. Beberapa bagian pada ruangan RESTI dan Selasar depan ruang ICCU, serta bagian sekretariat, sinknya terlepas.

Untuk diketahui, bencana angin puting beliung di RSUD Ruteng Selasa pagi membuat sejumlah pasien kaget dan panik.

Saat angin menerjang selama kurang lebih 30 menit itu, sejumlah perawat terpaksa mengevakuasi pasien keluar ruangan.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Kerugian akibat bencana ini pun belum bisa ditafsir.

 

Penulis: Ardy Abba

alterntif text