Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Formasmur Duga Yoseph Tote Korupsi Dana CSR PLTMH
NTT NEWS

Formasmur Duga Yoseph Tote Korupsi Dana CSR PLTMH

By Redaksi17 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pembangunan crossway Wae Musur yang tidak dilanjutkan (Foto: Teo Pamput)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Forum Masyarakat Sebelah Wae Musur (Formasmur) menduga mantan Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote melakukan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) dari PT Multi Energi Dinamika (MED).

PT MED adalah perusahan yang mengerjakan pembangunan PLTMH Wae Musur, Kecamatan Rana Mese.

“Yoseph Tote korupsi dana CSR dari PLTMH Wae Musur, ada main mata antara Bupati Tote dengan investor,” ujar Koordinator Formasmur, Eduardus Ejo dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Senin (17/09/2018).

Menurut Edi Ejo, indikasi korupsi oleh mantan Bupati Matim dua periode itu lantaran ia tak membuat crossway atau limpasan sejak awal. Crossway baru dibangun setelah ada tuntutan Formasmur jilid I.

“Itupun dibuat setengah hati,” tandasnya.

Tudingan tersebut juga disasarkan kepada Yoseph Tote, sebab pada tahun 2017 lalu, dia berjanji untuk melanjutkan pembangunan limpasan di Wae Musur dengan menggunakan dana CSR.

Sayangnya, hingga kini janji Tote untuk melanjutkan pembangunan crossway Wae Musur tak kunjung terwujud.

“Pembangunan PLTMH Wae Musur menelan biaya 32 miliar,” katanya.

Jika Yoseph Tote tidak korupsi dana CSR, kata Edi Ejo, seharusnya dia merealisasi janjinya dengan melanjutkan pengerjaan crossway Wae Musur dan pemasangan jaringan listrik ke sebelah barat Wae Musur.

Sebab itu menurut Edi Ejo, Formasmur akan menggugat Yoseph Tote dengan melaporkan persoalan mandeknya pembangunan crossway Wae Musur ke Gubernur NTT dan Presiden.

“Selanjutnya kami akan boikot PLTMH Wae Musur pada saat launching, jika ini tidak selesai,” pungkasnya.

Tak hanya di situ, pihak Edi Ejo akan berkoordinasi dan mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi terkait proyek pembangunan PLTMH Wae Musur, serta dana CSR-nya.

Baca Juga: Ini Alasan Pembangunan Cross Way di Wae Musur Tersendat

Sementara itu, hingga berita ini dirilis Yoseph Tote belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleBKD Manggarai Masih Investigasi Soal Mafia Stan Pasar Ruteng
Next Article Pertanyakan Kuota CPNS, FPMP Geruduk Gedung DPRD Belu

Related Posts

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.