Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pertanyakan Kuota CPNS, FPMP Geruduk Gedung DPRD Belu
NTT NEWS

Pertanyakan Kuota CPNS, FPMP Geruduk Gedung DPRD Belu

By Redaksi17 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Belu ketika menjemput massa FPMP di depan kantornya (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Belasan warga Kabupaten Belu yang tergabung dalam Forum Penyuara Masyarakat Perbatasan (FPMP)  menduduki gedung DPRD Belu, Senin (19/09/2018)

Massa yang dikoordinir oleh Engelbertus Foa ini datang untuk menuntut penjelasan pemerintah terkait tidak adanya kuota  penerimaan CPNS tahun 2018 untuk Kabupaten Belu.

Patauan VoxNtt.com, anggota FPMP tiba di depan gedung dewan sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung melakukan orasi.

Mereka dengan membawa sejumlah spanduk yang tertulis “Bobroknya Sistem Birokrasi Kabupaten Belu”

Setelah itu FPMP  bergerak ke area Pasar Baru dan Kantor Bupati Belu. Setelah melakukan orasi di dua tempat ini, massa kembali bergerak ke Kantor DPRD Belu.

Setiba di Kantor DPRD Belu, massa kembali berorasi.

Aprianus Hale salah satu orator mengutuk keras sikap Pemerintah Daerah Belu, baik legislatif maupun eksekutif.

Menurut Aprianus, pemerintah telah lalai dan tidak serius dalam mengurus masyarakat Kabupaten Belu.

Pada kesempatan itu, Aprianus meminta seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk sama-sama melakukan pengawasan tehadap pemerintah.

“Mari kita sama-sama mengevaluasi kinerja DPR, karena tidak mampu mengontrol eksekutif. Ini suatu kebobrokan yang harus dievaluasi,” ujarnya.

Fecky Nahak, orator lain juga mengungkapkan kekesalannya kepada pemerintah yang dianggap tidak sanggup mengurus masyarakat. Menurut Fecky, sudah tiga tahun pemerintahan Bupati Wilybrodus Lay berjalan. Namun masih ada banyak persoalan yang belum diselesaikan.

Baca Juga: Tidak Ada Formasi CPNS, Wabup Belu: Ini Fatal

Terkait ketiadaan formasi tes CPNS tahun 2018 di Belu, Fecky mengatakan bahwa pemerintah tidak responsif dan tidak peka terhadap nasib masyarakat.

Setelah 30 menit melakukan orasi, massa disambut Ketua DPR Belu Januaria Awalde Berek dan masuk ke ruang paripurna untuk berdialog.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba





Belu
Previous ArticleFormasmur Duga Yoseph Tote Korupsi Dana CSR PLTMH
Next Article Tahun 2018, Tidak Ada Formasi CPNSD untuk Ngada

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.