Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMKRI Ende Apresiasi Keputusan Menteri Pecat ASN Korupsi
MAHASISWA

PMKRI Ende Apresiasi Keputusan Menteri Pecat ASN Korupsi

By Redaksi20 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Ende saat upacara pelantikan anggota baru (Foto : Dok. PMKRI Ende)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende mengapresiasi Keputusan Bersama Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), Kementerian Pendayaguna Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memberhentikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat korupsi.

Menurut PMKRI, langkah ini sangat penting untuk meminimalisir niat pejabat negara demi kepentingan pribadi.

“Kami memberi apresiasi kepada keputusan ini. Dan terobosan ini perlu dipertahankan agar para pejabat tidak korup,”tegas Ketua Presidium PMKRI Ende, Yanuarius Tibo, Kamis (20/9/2018) sore .

Yanuarius bahkan mendorong pemerintah untuk mengumumkan nama-nama oknum ASN yang terjerat kasus korupsi. Kemudian ia mengusulkan agar pemecatan terhadap ASN korup dilakukan lebih cepat.

Mahasiswa STPM ini menyarankan untuk kepentingan umum agar para ASN tidak lagi terjerat dalam kasus korupsi.

“Saya kira perlu ada keputusan-keputusan ekstrim seperti ini sebagai efek jera. Kalau tidak, para koruptor akan semakin menjamur,”ucap dia.

Sekda Ende, Dr. dr. Agustinus G. Ngasu menyebutkan ada 14 oknum PNS di Ende yang akan dipecat paling lambat 31 Desember 2018. Dari jumlah itu, dua diantaranya terjerat kasus asusila.

Selain itu, gaji belasan aparatur tersebut juga dipangkas mulai 1 Oktober 2018.

“Karena mereka gajinya langsung stop. Stop per satu oktober. Itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri,”kata Agustinus.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende
Previous ArticleAncaman Ekologis dan Sosial Budaya Masyarakat Sumba
Next Article Satlantas Polres Ngada Bantu Air Bersih untuk Masyarakat Mangulewa

Related Posts

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.