Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Diancam Bakal Digugat Bupati Malaka, Ray: Beliau Keliru
NTT NEWS

Diancam Bakal Digugat Bupati Malaka, Ray: Beliau Keliru

By Redaksi23 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt saat diwawancarai awak media di kantor bupati usai acara penutupan pameran HUT Kota Kefamenanu (Foto: Eman Tabean/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengancam akan menggugat bupati tiga kabupaten.

Ketiganya, yakni bupati Belu,TTU dan TTS.

Gugatan itu disampaikan lantaran ketiga kabupaten itu selalu berkontribusi terhadap masalah banjir yang terjadi di Kabupaten Malaka setiap tahunnya.

“Setiap tahun itu mereka selalu mengirimkan air yang menyusahkan kami, jadi saya mau gugat bupati TTU, TTS dan Belu karena setiap tahun selalu mengirimkan air hujan kepada kami,” ungkap bupati Stef seperti yang dilansir ntt-today.com, Kamis, 20 September 2018.

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes menilai ancaman gugatan yang disampaikan bupati Malaka tersebut sangat keliru.

Menurut Ray, topografi dan lingkungan seharusnya menjadi aspek penting yang dilihat bupati Malaka.

Selain itu, kata Bupati Ray, aliran air yang mengalir dari TTU ke Malaka merupakan kehendak sang pencipta, bukan kehendak dirinya sebagai pimpinan daerah.

“Bukan kehendak saya air itu mengalir menuju ke Malaka tapi kehendak sang pencipta, pertanyaan berikut kenapa mau tinggal di Malaka kalau memang benar mau seperti itu,” ujar Ketua DPW Partai NasDem NTT itu saat dikonfirmasi VoxNtt.com usai acara penutupan pameran HUT Kota Kefamenanu, Sabtu (22/09/2018).

Menurut Ray, intensitas air hujan yang berlebihan selain karena kemurahan dari sang pencipta juga karena perubahan iklim global.

Sehingga yang penting dilakukan itu yakni koordinasi antara daerah hulu dan hilir agar digelar giat bersama guna mencegah terjadinya bencana banjir.

“Ini kan faktor alam, tukaran dong mereka datang tinggal di sini dan kita tinggal disana, kan begitu,” tandasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticlePemda TTU Serahkan Bonus Bagi Atlet Porprov Peraih Medali
Next Article GMNI Protes Alokasi Dana Kapitasi dan Jampersal di Dinkes Nagekeo

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.