Generasi muda desa Bantala mengenakan pakaian adat 'nowi' pakaian adat kusus pria dan'kewatek dan senuji' pakaian adat kusus wanita. (Dok: Pariwisata Flotim)

Larantuka, Vox NTT-Lewolema merupakan kecamatan yang akan dijadikan tempat terselenggaranya Festival ‘Nubun Tawa’.

Festival seni budaya bertaraf nasional ini merupakan pergelaran perdana yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur (Flotim) pada 5-7 Oktober 2018 mendatang.

Menjelang dua minggu pelaksanaan festival, pemerintah desa dan warga di Kecamatan Lewolema mulai mempersiapkan beragam hal, mulai dari penataan infrastruktur, latihan pementasan budaya, hingga membersihkan lingkungan sekitar.

VoxNtt.com berkesempatan menelusuri persiapan pada tiap-tiap desa di Kecamatan Lewolema.

Pemerintah beserta warga desanya mulai giat membangun infrastruktur berupa stand, lopo, dan tempat peristirahatan bagi para wisatawan.

Lorong-lorong desa menuju  panggung utama dan lokasi kujungan wisatawan menjadi fokus kegiatan bakti sosial pemerintah desa.

“Masyarakat di sini menyambut gembira festival ini. Sejak 3 minggu yang lalu bakti sosial mulai diberlakukan 2 minggu sekali,” kata Petrus Pati Maran, Kepala Desa Ilepadung di pantai Wai Lau  Rabu (26/09/2018).

Minggu ini, lanjut Petrus, warganya mulai menggalakan kerja bakti hampir setiap hari. Petrus mengaku bangga karena warganya memiliki kesadaran bersama bahwa festival budaya ini milik semua warga.

“Setiap hari warga selalu bersemangat mempersiapkan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk membuat panggung utama. Desa Ilepadung adalah desa yang menjadi pusat kegiatan Festival. Sebagai lokasi pusat kegiatan festival maka dibutuhkan persiapan yang lebih maksimal”, kata Petrus.

Pantai ‘Wai Lau’ yang menjadi panggung utama kegiatan ini berhadapan langsung dengan pantai utara Flotim.

Dari pantai ini para wisatawa dapat menikmati sunset yang memikat mata setiap pengunjung.

Semangat serupa juga ditunjukan warga desa Bantala sebagai tempat pembukaan festival.

Pemdes Bantala memberlakukan bakti sosial 2 kali seminggu. Penataan jalan menuju bukit ‘Eta Kenire’ sebagai panggung utama menjadi pusat kegiatan bakti warga desa Bantala.

Warga desa Bantala mempersiapkan lopo dan stand di Bukit ‘Eta Keniri’. (Foto: Sutomo Hurint)

Akses menuju bukit itu dulunya ditutupi rerumputan. Namun setelah dibersihkan dan dibuat anak tangga, kini pemandangan menuju puncak bukit begitu mempesona.

Dari puncak bukit ini mata pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan pantai utara, selatan, dan pantai tengara laut Flores.

Di sini, pengunjung juga dapat menikmati sunrise dan sunset.

Dalam jadwal festival, acara di puncak bukit akan dilaksanakan pada sore menjelang malam agar dapat menikmati sunset. Pengunjung bisa bermalam di sini sehingga pada pagi harinya dapat menikmati sunrise.

“Harapan kita dengan adanya penyenggaraan festival ini, dikemudian hari dapat membuat generasi muda lebih mencintai budayanya sendiri dan dapat membentuk pribadinya menjadi generasi berkarakter kuat yang berakar pada budaya. Di sisi lain kita dapat berharap dengan penyelenggaraan festival ini dapat mendorong percepatan pembangunan desa-desa di Lewolema,” tutur Paulus Pehan Kelen, sekertaris desa Bantala saat ditemui VoxNtt.com pada sela-sela kegiatan bakti sosial di desa tersebut.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K