Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMII Kupang Unjuk Rasa Tolak Pertemuan IMF dan WB di Bali
MAHASISWA

PMII Kupang Unjuk Rasa Tolak Pertemuan IMF dan WB di Bali

By Redaksi5 Oktober 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Puluhan aktivis PMII Kupang saat menggelar aksi di depan Kantor Gubernur NTT, Jumat 5 Oktober 2018 (Foto: Dok. PMII Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur NTT, Jumat ( 05/10/2018).

Aksi yang melibatkan seluruh anggota PMII Kupang itu sebagai bentuk penolakan pertemuan International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting dan Word Bank Development Committee di Bali yang akan digelar pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.

Ketua Umum PC PMII Kupang, Hasnu Ibrahim mengatakan, aksi penolakan yang dilakukan itu didasari beberapa pertimbangan.

Salah satunya, Indonesia sedang berduka akibat gempa bumi dan tsunami yang telah menelan ribuan korban di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah

Hasnu menyatakan, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Banser Panjaitan secara tegas memberikan pernyataan bahwa tetap melanjutkan dan bertanggung jawab atas pertemuan Internasional annual meeting IMF – WB yang akan di laksanakan pada tanggal 8-14 Oktober 2018 di Bali.

“Pertemuan besar yang menghabiskan anggaran dari APBN sebesar 588 miliar ini akan digunakan untuk melayani 19.800 orang tamu dari 189 Negara anggota IMF di seluruh dunia,” kata Hasnu kepada VoxNtt.com, Jumat siang

Dalam kegiatan ini, kata dia, kebijakan pemerintah Jokowi-JK dianggap tidak relevan dengan prinsip ekonomi Indonesia.

“Ada beberapa agenda yang menjadi pembahasan pada annual meeting tersebut di antaranya IMF-WB Plenary Session, International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting, Word Bank Development Committee, Pertemuan Group Kerja Sama Ekonomi lainnya, Pertemuan Sektor Perbankan dan riil Lainnya, Seminar dan International Conference, Konferensi Pers,” jelasnya.

Hasnu menilai, pembahasan dalam pertemuan ini terlihat jelas bahwa Pemerintah Indonesia secara sengaja memfasilitasi kelompok pemodal dalam melakukan penguatan kekuasaan imperialisme.

“Kekuatan-kekuatan modal akan memotret potensi Indonesia sebagai lahan melakukan penguasaan ekonomi,”pungkasnya.

Selanjutnya, Hasnu menilai pemerintah sudah saatnya diingatkan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak sebatas euforia atau bahkan memberikan penguasaan ekonomi bangsa dikuasi pihak lain. Namun Pemerintah harus berpikir secara substantif.

“Bahwa sudah saatnya nasionalisme dalam sektor ekonomi harus diperkuat sebagai wujud kemerdekaan dan kedaulatan sebuah Negara,” ujarnya.

Kepentingan ekonomi, kata dia, sesuai dengan visi bangsa Indonesia yang berorientasi kepada pembangunan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Koordinator lapangan aksi, Abdul Sukur menegaskan aksi itu dilakukan untuk meminta pemerintah membatalkan pertemuan IMF dan WB di Bali.

“Sudah saatnya masyarakat tahu bahwa Negara yang dibangun atas jerih payah perjuangan pahlawan tidak semestinya kewenangan ekonomi Indonesia di bawah cengkraman pihak lain,” tegas Abdul.

Ia menegaskan, apabila Pemerintah Provinsi NTT tidak menindaklanjuti tuntutan tersebut, maka PMII secara kelembagaan akan melakukan konsolidasi secara besar-besaran.

“Jika pemerintah tidak membatalkan pertemuan itu, maka PMII akan melakukan aksi secara besar-besaran di seluruh Indonesia. Dengan menghadirkan massa aksi yang lebih banyak lagi,” pungkas Abdul.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleBuka Jambore OMK Kevikepan Borong, Ini Pesan Uskup Silvester San
Next Article Lima Anggota TNI di TTU Dapat Penghargaan dari Presiden

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.