Empat orang bule ikut memungut sampah di Desa Bangka Kenda (Foto: Jef Aquino)

Ruteng, Vox NTT- Empat orang bule ikut memungut sampah bersama puluhan warga Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Kamis (11/10/2018).

Keempatnya, masing-masing, Werner Van Rooyen dari Afrika Selatan, Charlotte Lau dari Amerika, Niels Webeling and Margo Webeling dari Belanda.

Mereka tergerak hati untuk ikut bakti sosial di Desa Bangka Kenda karena melihat daerah itu sangat indah. Sayangnya, sampah bertebaran di mana-mana.

Upaya bakti sosial memungut sampah di sepanjang jalan menuju desa tersebut juga dilakukan dalam rangka merayakan hari pangan sedunia yang dirayakan Jumat esok, 12 Oktober 2018 di SMKN Wae Ri’i, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i.

Menurut keempat Bule yang menginap di Sunrise Homestay itu, ikut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial merupakan sumbangan yang sangat kecil bagi warga Desa Bangka Kenda.

Namun demikian, mereka berharap ke depan masyarakat setempat akan terus membersihkan daerahnya agar tetap indah.

Berikut kutipan wawawancara dengan empat bule tersebut.

– What are your thoughts about Flores and Ruteng?

It is really beautiful here, so we think in the future more tourists will also want to come and enjoy the scenery. But the problem is that there is garbage and plastic everywhere, which can turn a beautiful place ugly.

*Apa yang Anda pikirkan tentang Flores dan Ruteng?

Ini benar-benar indah di sini, jadi kami pikir di masa depan lebih banyak wisatawan juga akan ingin datang dan menikmati pemandangan. Tapi masalahnya adalah sampah dan plastik di mana-mana, yang dapat mengubah tempat yang indah menjadi jelek.

-Why did you decide to help out with the cleaning today?

We wanted to help the community clear away some of the garbage on the roads. It is a small contribution, but we hope the local people will continue to clean their village in the future too.

*Mengapa Anda memutuskan untuk membantu membersihkan hari ini?

Kami ingin membantu masyarakat membersihkan sebagian sampah di jalan. Ini adalah sumbangan kecil, tetapi kami berharap juga ke depan masyarakat setempat akan terus membersihkan desa mereka.

-Why should you not throw plastic in any place?

If you throw a piece of plastic out of your car or your house today, it’s not making the problem go away. The garbage and environmental pollution becomes a problem for the next generation. It’s unfair for children to inherit garbage and pollution from the people who came before them.

*Mengapa Anda tidak membuang plastik di sembarang tempat?

Jika Anda membuang sepotong plastik dari mobil atau rumah Anda hari ini, itu tidak membuat masalah hilang. Sampah dan pencemaran lingkungan menjadi masalah bagi generasi berikutnya. Tidak adil bagi anak-anak untuk mewarisi sampah dan polusi dari orang-orang yang datang sebelum mereka.

-What do you hope for Ruteng in the future?

We hope that the local government here will continue to organize this project, to get together community members to clear the streets of any plastic and garbage every week. We see that many locals work hard to cut down the plants on the side of the road, but they do not pick up the garbage. We also hope that in school, the children are taught the importance of protecting the environment and keeping it clean.

*Apa yang Anda harapkan untuk Ruteng di masa depan?

Kami berharap bahwa pemerintah lokal di sini akan terus mengatur proyek ini, untuk mengumpulkan anggota masyarakat untuk membersihkan jalanan dari setiap plastik dan sampah setiap minggu. Kami melihat banyak penduduk setempat bekerja keras untuk menebang tanaman di sisi jalan, tetapi mereka tidak mengambil sampah. Kami juga berharap bahwa di sekolah, anak-anak diajarkan pentingnya melindungi lingkungan dan menjaganya agar tetap bersih.

 

KR: Jef Aquino
Editor: Ardy Abba