Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek TPT di Jalan Watu Ci’e-Deno Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Regional NTT

Proyek TPT di Jalan Watu Ci’e-Deno Diduga Dikerjakan Asal Jadi

By Redaksi31 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tembok penahan tanah di jalan Watu Ci'e-Deno yang sudah jebol (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pengerjaan tembok penahan tanah (TPT) dan deker di ruas jalan Watu Ci’e-Deno di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga dikerjakan asal jadi.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi, Selasa (30/10/2018) pagi, tampak TPT, tepatnya di Ndela, Desa Leong jebol sekitar lima meter.

TPT jebol pada Rabu pekan lalu setelah diguyur hujan deras. Proyek jebol bersamaan dengan jebolnya saluran irigasi yang tempel di tembok itu.

Hasil penelusuran VoxNtt.com, TPT jebol karena dibangun tanpa penggalian fondasi. Pihak pekerja langsung menempel cairan semen di atas tanah. Tebal tembok sekitar 10 cm.

Tidak ada hanya itu, VoxNtt.com menelusuri beberapa deker yang baru dikerjakan di jalur itu tampak sudah mulai retak.

Padahal usianya baru sebulan lebih dan belum dilalui kendaraan.

Selain itu, pengerjaan lapen yang satu paket dengan proyek TPT dan deker itu belum mulai dikerjakan. Yang sudah dimulai hanya deker dan jembatan.

Untuk diketahui, proyek tembok penahan tanah dan deker itu adalah satu paket dengan lapen dan jembatan di jalur Watu Ci’e-Deno dengan pagu dana sebesar Rp 2.100.000.000 (dua miliar seratus juta rupiah).

Sementara itu, Kontraktor Pelaksana Proyek Titus Ahas saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui sambungan telepon, Rabu (31/10/2018), mengatakan pihaknya sudah memerintahkan orang lapangan untuk memperbaiki tembok yang sudah rusak tersebut.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Desa Leong Desa Pocong
Previous ArticleKetua Pembina Pendidikan Wini Unggul Disomasi
Next Article Jurus Politik ‘Wiro Sableng 212’

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.