Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kunjung ke Matim, Julie Laiskodat Minta Tanam Kelor
KESEHATAN

Kunjung ke Matim, Julie Laiskodat Minta Tanam Kelor

By Redaksi2 November 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Tim PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat diterima di Rujab Bupati Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Ketua Tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat meminta PKK Kabupaten Manggarai Timur (Matim) untuk serius mengurus program yang bisa menyejahterakan rakyat.

Hal itu disampaikan Julie Sutrisno Laiskodat dalam sambutannya saat kunjungan kerja dan supervisi PKK Provinsi NTT, Kamis (1/11/2018), di aula Rumah Jabatan Bupati Matim.

Kata dia, Kabupaten Matim adalah daerah potensial pertanian yang cukup terkenal. Itu seperti kopi dan tanaman komoditi lainnya.

Selain itu, sebagian wilayah Matim sangat cocok untuk menanam tanaman kelor.

Apalagi, program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang baru adalah memberantas gizi buruk.

Kualitas daun kelor yang terbaik di dunia, jelas Julie, yang pertama di Negara Spanyol dan kedua Nusa Tenggara Timur.

“Saat ini progam penanaman daun kelor sudah berjalan,” kata Julie.

Menurut dia, sebaik apapun program PKK yang diturunkan dari Provinsi ke Kabupaten, tidak akan sukses kalau tidak bersinergi. Sinergitas ini tentu saja tujuan utamanya agar masyarakat sejahtera dan keluar dari kemiskinan.

Julie menambahkan, ukuran masyarakat sejahtera adalah masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-sehari. Masyarakat mampu membiaya pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Untuk mencapai masyarakat Matim sejahterah, kata dia, PPK Kabupaten Matim diharapkan mampu menjalankan program dengan bersinergi dengan PKK di tingkat desa.

“PKK tidak hanya dibutuhkan di kota, tetapi juga di desa sehingga PKK Provinsi intens turun ke desa untuk bertemu masyarakat,” ujar Julie.

Ketua PKK Kabupaten Matim, Theresia Agas Wisang mengaku selama ini mengalami kendala dana yang minim. Sehingga sejumlah kegiatan PKK tidak bisa dilaksanakan. Sedikitnya, PKK hanya mampu menyediakan anggaran Rp 500 juta.

Theresia mengaku PKK Kabupaten Matim selama ini telah sukses melaksanakan berbagai program.

Itu seperti intens melakukan penyuluhan kesehatan dan pengelolahan makanan lokal dengan bersinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim.

“Berbagai progam sudah dijalankan dan kedepan akan melakukan berbagai kegiatan yang akan bersinegeri dengan kecamatan, kelurahan dan desa,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Matim terpilih, Agas Andreas dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada ketua PKK NTT yang sudah berkunjung ke Matim.

Meskipun Gubenur NTT belum datang tetapi ketua PKK lebih dahulu hadir memberikan program ke Matim.

Agas mengatakan kehadiran PKK NTT untuk melakukan sharing terkait program kerja bersama. Suksesnya  sebuah program itu bisa dilaksanakan kalau kerja tidak sendirian.

Ia menambahkan, NTT sudah dicap sebagai daerah tertinggal.

“Kita tidak perlu malu dengan predikat itu, perlu kerja bersama, sehingga 3T bisa berubah menjadi Termaju, Terindah, Ternama,” ujar Agas.

Dikatakan,  dari 159 desa di Matim,  ada sebanyak 100 desa di antaranya yang sangat teringgal. Oleh karena itu, harus membangun desa terpadu.

“Pemerintah kabupaten, PKK bahu membahu agar desa tersebut bisa berkembang,” kata Agas.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleLawan Rentenir, Tahun 2019 Harus Ada Perda Koperasi
Next Article Pemkab Manggarai Timur Sudah Siap Laksanakan Tes CPNS

Related Posts

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026

Gempa Retakkan Halaman Kampung Tango Bali, 32 Rumah Warga Hancur

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.