Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Polisi Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mbomba Ende
NTT NEWS

Polisi Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mbomba Ende

By Redaksi7 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pengeroyokan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepolisian Resor Ende sedang menyelidiki kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh warga Aebai, Mbomba terhadap 7 warga Koponggena, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende. Kasus itu terjadi di Pantai Aebai, Mbomba pada Senin malam (5/11/2018).

Kasubag Humas Polres Ende, AKP Sahab Adam menyebutkan, ketujuh warga Koponggena dimaksud yakni Flow, Eta, Riki, Ongky, Habel Manu, Lego dan Viktor. Para korban ini dikeroyok oleh sekelompok warga Mbomba.

Ia menjelaskan, peristiwa itu berawal Flow dan Eta berpacaran di Pantai Aebai sekitar pukul 19.00 Wita. Warga yang berjumlah enam orang kemudian datang dan meminta uang sebesar Rp. 250.000 pada Flow.

Karena Flow tidak mempunyai uang, maka keenam warga menahan Eta dan memerintah Flow untuk mengambil uang.

Sekitar pukul 19.30 Wita, lanjut Adam, Flow memutuskan pulang ke rumah Habel Manu di depan sekolah MIN Ende. Flow kemudian menceritakan kejadian itu kepada Habel Manu, Ongky, Riky, Lego dan Viktor.

Mereka kemudian kembali menemukan Eta di Aebai menggunakan mobil Avanza milik Riky. Disana mereka menanyakan alasan warga meminta uang.

Karena tak terima, sejumlah warga mengajak para korban untuk berdiskusi di rumah RT. Di tengah perjalanan, sekelompok warga langsung mengeroyok para korban.

Para korban berhamburan melarikan diri. Riky kemudian membalik mobilnya dan kembali ke Ende. Sementara enam korban lainnya kabur berpencaran.

Adam menjelaskan, sekelompok warga kemudian mengejar para korban lantas teriaki korban penculikan anak. Lego, Habel dan Viktor yang lari menuju terminal Ndao berhasil dikepung masyarakat Aebai, Mbomba dan Ndao. Ketiga korban ini kembali dikeroyok.

Ketiga korban tersebut akhirnya diamankan polisi. Sedangkan pelaku masih diburu polisi.

Adam membantah adanya kasus penculikan anak oleh para korban seperti yang diviralkan pada media sosial (medsos).

Ia menegaskan, pihaknya akan mendalami kasus pengeroyokan tersebut dan memeroses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleOknum Camat di TTU Diduga Keluarkan Pernyataan yang Lecehkan Martabat DPRD
Next Article Gaji 525 Guru Teko di TTU Tahun 2018 Terancam Tak Dibayarkan

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.