Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Oknum Camat di TTU Diduga Keluarkan Pernyataan yang Lecehkan Martabat DPRD
VOX GURU

Oknum Camat di TTU Diduga Keluarkan Pernyataan yang Lecehkan Martabat DPRD

By Redaksi7 November 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD TTU, Hendrikus Frengki Saunoah,SE usai diwawancarai VoxNtt.com di gedung DPRD,Selasa 06 november 2018 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kristoforus Abi oknum camat Kecamatan Mutis diduga kuat telah mengeluarkan pernyataan yang melecehkan martabat DPRD TTU.

Pernyataan yang dinilai melecehkan harkat dan martabat DPRD itu diutarakan oleh camat Kristoforus dalam rapat evaluasi penerimaan pajak bersama bupati Raymundus Sau Fernandes, Senin (05/11/2018).

Dimana dalam pertemuan tersebut Camat Kristoforus menyampaikan bahwa kecamatan Mutis sangat kekurangan guru. Sehingga ia meminta bupati Raymundus segera memperjuangkan agar DPRD mengakomodir usulan penambahan tenaga guru.

Apabila DPRD tidak setuju, maka Kristoforus meminta para anggota DPRD yang turun dan mengajar di kecamatan Mutis.

“Dia menyampaikan kepada bupati bahwa kecamatan Mutis sangat kekurangan guru karena itu minta bupati untuk tolong perjuangkan untuk DPR mengakomodir itu, kalau DPR tidak setuju tolong sampaikan supaya DPRD yang datang mengajar,saya kira ini memang pelecehan dan ini kan birokrat yang tidak beretika,” ujar Ketua DPRD TTU, Hendrikus Frengki Saunoah ketika diwawancarai awak media usai sidang pembahasan Rancangan APBD 2019 yang digelar di gedung DPRD setempat, Selasa (06/11/2018).

Ketua DPC PDIP TTU itu saat disinggung terkait sikap yang akan diambil terhadap camat Kristoforus terkesan tidak memberikan jawaban yang pasti.

Frengki hanya menegaskan bahwa pastinya DPRD dan Camat Kristoforus akan bertemu dalam pembahasan anggaran nanti.

“Kan nantinya saat pembahasan anggaran kita akan ketemu,kita akan ketemu nanti,” ujar legislator asal dapil Insana itu.

Sementara itu, Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes saat dimintai tanggapannya mengaku sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Camat Kristoforus.

Menurutnya seorang birokrat harus bisa mengambil sikap yang benar agar tidak memperkeruh hubungan antara eksekutif dan legislatif.

Sehingga berkaitan dengan hal tersebut, Wabup Alo berjanji akan segera memanggil camat Kristoforus guna dimintai klarifikasinya dan diberi teguran keras jika informasi yang disampaikan ketua DPRD TTU itu benar adanya.

“Ini sikap birokrat yang tidak tahu diri,sebagi staff itu dia (camat Kristoforus) wajib menjaga agar hubungan dan situasi antara kedua lembaga ini,nanti saya akan panggil yang bersangkutan untuk saya berikan teguran,” ujar Wabup Alo.

Terpisah,camat Kecamatan Mutis Kristoforus Abi saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (07/11/2018) membenarkan jika dirinya mengeluarkan pernyataan sesuai dengan yang disampaikan ketua DPRD TTU.

Namun ia menegaskan ucapan yang disampaikannya dalam pertemuan tersebut sama sekali tidak berniat untuk melecehkan martabat dari DPRD.

Melainkan untuk menggugah nurani dari DPRD guna memberikan perhatian secara khusus kepada kecamatan Mutis yang berada di pedalaman dan sangat mengalami kekurangan tenaga guru.

Dimana dalam 1 sekolah, tambahnya, tenaga guru yang berstatus pegawai negeri sipil hanya berjumlah 2 sampai 3 orang saja.

“Kalau DPR tidak senang dengan pernyataan saya mohon maaf,karena tidak bermaksud melecehkan tetapi saya justru menggelitik hati bapak-bapak DPR yang terhormat untuk bisa memperhatikan kami di daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

DPRD TTU
Previous ArticlePria 24 Tahun di Tengku Lawar Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur
Next Article Polisi Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mbomba Ende

Related Posts

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa, Begini Kronologinya

17 April 2026

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Siswa

12 April 2026

BKD NTT Sebut Surat Koordinasi Jelang Pelantikan Kepsek Hoaks, 104 Calon Tetap Dilantik

24 Maret 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.