Ilustrasi Perkosa (Foto: Bangka Pos)

Borong, Vox NTT- MM (24), pria asal Kampung Rawang Desa Tengku Lawar Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga mencabuli YS (10), anak yang masih di bawah umur.

Aksi bejat MM dikabarkan sudah dilaporkan Adrianus Sanggur yang juga berasal dari Kampung Rawang ke Polsubsektor Benteng Jawa pada Selasa, 6 November 2018 sekitar pukul 18.30 Wita.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, kasus pencabulan itu bermula ketika pada Minggu 4 November sekitar pukul 12.00 Wita, korban YS sedang tidur siang di rumahnya. Ia tidur bersama kakak kandungnya yang bernama Inosensius Kabus.

Saat keduanya tidur, pintu kamar dalam posisi tertutup. Namun, terduga pelaku MM tiba-tiba langsung membuka pintu kamar. MM lantas masuk ke dalam kamar dan tidur di samping korban YS.

MM kemudian memeluk dan mencium korban sambil menindih di atas perutnya.

Setelah itu MM mengambil tangan korban dan meletakan di kemaluannya. Ia lalu menyuruh korban YS untuk memegang kemaluannya sambil mengatakan “kau jangan teriak”.

Lantaran takut, korban YS lalu mencari alasan bahwa ia hendak kencing. YS memohon MM agar menunggu sebentar saja karena ia harus membuang air kencing terlebih dahulu.

Setelah dibiarkan MM, korban YS langsung menuju ke orangtuanya yang saat itu sedang berada di tempat acara adat.

Saat ia pergi, MM masih berada di dalam rumah tersebut.

Sesampai di tempat acara adat, YS langsung menceriterakan kejadian tersebut kepada kedua orangtuanya.

Kedua orangtua korban pun langsung mendatangi orangtua terduga pelaku untuk memberitahukan ulah anak mereka.

Setelah mendengar cerita tersebut, kedua orangtua terduga pelaku meminta maaf atas perbuatan anak kandungnya. Mereka meminta kepada kedua orangtua YS agar menyelesaikan masalah penyimpangan seksual ini secara adat Manggarai.

Dalam penyelesaian secara adat Manggarai tidak menemukan solusi. Itu karena orangtua terduga pelaku hanya bisa meminta maaf terhadap korban dengan membawa ayam satu ekor dan tuak (arak) satu botol.

Kedua orangtua YS tidak terima dan lebih memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Benteng Jawa.

Informasi yang dihimpun pula, terduga pelaku saat ini sudah melarikan diri dari Kampung Rawang.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba