Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hari ke-4, Sudah 24 Peserta Tes CPNSD Nagekeo yang Lolos ‘Passing Grade’
NTT NEWS

Hari ke-4, Sudah 24 Peserta Tes CPNSD Nagekeo yang Lolos ‘Passing Grade’

By Redaksi9 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi tes CPNS
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Proses seleksi CPNSD di Kabupaten Nagekeo sudah berjalan sejak Senin, 5 November 2018 lalu.

Hingga hari keempat Kamis, 8 November 2018 kemarin, terhitung sudah 24 orang CPNSD yang lolos ambang batas (passing grade) Seleksi Kompetensi dasar (SKD).

Kepala BKD Nagekeo, Bertin Seke saat ditemui VoxNtt.com, Jumat (09/11/2018), mengatakan, jumlah peserta ujian SKD CPNS di Nagekeo sebanyak 5301 orang.

Hingga kini, peserta yang sudah mengikuti ujian sekitar 2000 orang.

Bertin menyebut para peserta ujian banyak yang gagal di Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan Tes Intelegensi Umum (TIU).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kristianus Du’a Wea mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Bupati Elias Djo.

Koordinasi itu terutama untuk bersurat ke Menpan RB terkait banyaknya peserta CPNS yang tidak lolos passing grade SKD, sehingga tidak memenuhi kuota PNS yang dibutuhkan oleh Pemkab Nagekeo.

Kris menanyakan, apakah tahun depan akan dilakukan ujian ulang jika tidak memenuhi kuota 237 orang yang dibutuhkan oleh Pemkab Nagekeo.

Jika demikian yang terjadi, maka hal ini tentu saja akan dianggarkan lagi dan terpaksa harus membuang uang kembali.

Menurut Kris, untuk memenuhi kuota itu, maka perlu kebijakan dari Menpan RB. Sebab akan berpengaruh pada kualitas pelayanan kepada masyarakat nantinya.

“Kita kan membutuhkan PNS tentu akan menjawab analisis kebutuhan di daerah. Jika tidak ada, maka akan menghambat pelayanan juga. Kita akan berkomunikasi dengan Bupati soal ini, supaya bisa bersurat ke Kemenpan RB,” ujarnya.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

CPNS NTT CPNSD Nagekeo
Previous ArticleDPD Harus Mampu Mewakili Kepentingan Daerah
Next Article Pemkab Matim Diminta Sikapi Penebangan Hutan di Colol

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.