Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pengerjaan Lapen Jalur Watu Cie-Deno Disesalkan Warga
Regional NTT

Pengerjaan Lapen Jalur Watu Cie-Deno Disesalkan Warga

By Redaksi16 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penyiraman aspal lapen di jalur Watu Cie-Deno pasca hujan dan sedang hujan, Senin (11/11/2018). (Foto: Roby Guntur)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pengerjaan proyek lapen pada ruas jalan Watu Cie-Deno, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) disesalkan warga di wilayah itu.

Pasalnya, para pekerja dinilai kurang memperhatikan aspek kualitas pengerjaan. Hal itu, lantaran penyiraman aspal dilakukan saat masih grimis setelah diguyur hujan lebat.

“Penyiraman aspal dilakukan setelah hujan lebat dan gerimis. Terus, masih berani diteruskan. Jika ada yang bisa mewakili masyarakat Poco Ranaka, mohon pengawasannya untuk pengerjaan proyek ini. Terima kasih,” tulis Robby Guntur kepada VoxNtt melalui pesan messenger, Senin (11/11/2018).

Ia meminta Pemkab Matim melalui Dinas PU, menindak tegas kontraktor pelaksana proyek tersebut.

Roby juga menanyakan, kinerja pengawas dari instansi terkait dalam peroyek tersebut.

“Di mana peran PPK dan pengawas proyek yang tidak memperhatikan model kerja di lapangan. Kalau kerja model begini kan, pasti hasilnya buruk. Terakhir, masyarakat jadi korban,” kesalnya.

Sementara itu, Plt. Kadis PU Matim, Yos Marto saat dikonfirmasi VoxNtt di Borong, Rabu (15/11) menjelaskan, tidak dibenarkan aspal disiram setelah hujan apalagi sedang hujan.

Lebih lanjut ia mengarahkan VoxNtt.com untuk mengonfirmasi hal teknis di lapangan kepada PPK proyek itu.

Sebagaimana dilansir tribunnews 03 Desember 2015 menjelaskan, pengaspalan yang dilakukan ketika kondisi jalan masih basah karena hujan akan sangat berpengaruh pada konstruksi, terutama kualitas dan daya tahan aspal.

Dengan kata lain, hasil pengaspalan tidak akan bisa maksimal karena daya rekat lapis aspal beton di bawahnya terlalu basah usai diguyur hujan.

Akibatnya, aspal akan mudah terkelupas dan pecah dalam waktu tidak terlalu lama, atau paling tidak setelah dilewati kendaraan bermuatan berat.

Untuk diketahui, akhir-akhir ini masyarakat Matim di beberapa wilayah kerap memngeluhkan kualitas pengerjaan proyek di daerah itu yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Penulis: Nansianus Taris

Editor: Boni J

Dinas PUPR Matim Manggarai Timur
Previous ArticleKala Roh Halus dan Arwah Nenek Moyang Dituduh Menilep Dana PIP
Next Article Perbaiki Mutu Pendidikan, Rumah Belajar dan Aksi For School “Gencar” Manggarai

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.