Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pengerjaan Lapen Benteng Jawa-Necak Dinilai Lamban
Regional NTT

Pengerjaan Lapen Benteng Jawa-Necak Dinilai Lamban

By Redaksi26 November 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Papan informasi proyek peningkatan jalan Benteng Jawa-Necak (Foto: Dok. Mensi Anam)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pengerjaan proyek peningkatan jalan Benteng Jawa-Necak di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dinilai lamban.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Matim, Frumensius Frederik Anam kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Senin (26/11/2018).

Mensi mengungkapkan, indikator lambannya pengerjaan jalan menuju Lamba Leda timur itu antara lain, material di lapangan kurang, tenaga kerja sangat sedikit, dan sarana angkutan material dump truck sedikit.

Sebab itu, ia meminta agar lambannya pengerjaan lapen Benteng Jawa-Necak harus menjadi perhatian serius pemerintah, dalam hal ini Dinas PUPR Matim.

“Kasihan masyarakat yang selama ini merindukan secepatnya bebas dari keterisolasian dan menikmati jalan yang bagus,” tegas Mensi.

Anehnya, kata Mensi, persoalan proyek infrastruktur jalan rutin terjadi di Kecamatan Lamba Leda.

Kemudian, dirinya mendapatkan informasi bahwa kontraktor yang mengerjakan jalan Benteng Jawa-Necak sama dengan pengerjaan jembatan Wae Musur tahun lalu. Ia diduga bermasalah.

“Mengapa kontraktornya luput dari evaluasi?” tanya politisi Hanura itu.

Untuk diketahui, proyek lapen Benteng Jawa-Necak menghabiskan anggaran senilai Rp 3.790.182.173,54 dari Dinas PUPR Matim tahun 2018. Proyek dikerjakan oleh PT Bumi Cakra Persada.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleKisah Gregorius Modo: Dari Sopir Jadi Peracik Sopi Terpercaya
Next Article Ini yang Dilakukan Para Frater SVD untuk Merawat Ibu Bumi

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.