Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»PAD Berjalan di Tempat, Kadir: Nasfu Tinggi Tenaga Lemah
Regional NTT

PAD Berjalan di Tempat, Kadir: Nasfu Tinggi Tenaga Lemah

By Redaksi27 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Ketua Fraksi PKB DPRD Ende, Abdul Kadir Hasan mengeritisi Pemerintah Kabupaten Ende yang lemah mendongkrak Pendapat Asli Daerah (PAD) Tahun 2018.

Pasalnya, target PAD sebesar Rp 79 Miliar, namun hanya terealisasi Rp 42 Miliar.

Jumlah pendapatan itu, kata Kadir, hanya bisa digunakan untuk membayar tunjangan kesejahteraan daerah (TKD).

“Ini yang namanya nafsu tinggi tenaga lemah. Penetapan 79 Miliar tapi realisasi hanya 42 Miliar. Kalau kita gunakan berarti hanya membayar TKD saja,” kata dia dalam Sidang Badan Anggaran bersama Pemerintah di ruang Gabungan Komisi, Senin (26/11/2018) siang.

Kadir menilai, pemerintah secara struktural lemah untuk meningkatkan PAD pada setiap tahun anggaran. Padahal, potensi pendapatan di Kabupaten Ende sangat terjamin.

Ia mencontohi, pada bidang pajak dan retribusi serta bidang pariwisata yang belum maksimal mengais pendapatan daerah. Kadir menegaskan, jika kinerja dua bidang itu maksimal maka pendapatan bisa melampaui target.

“Kita punya niat yang tinggi untuk meningkatkan PAD. Mestinya, pada setiap leading sektor yang produktif harus ditempatkan orang yang memiliki kemampuan manajerial untuk mendongkrak pendapatan. Kalau tidak, ya dicopot saja,” tegas dia.

Kadir mengatakan, pemerintah mestinya tidak bangga dengan penerimaan dari RSUD Ende sebesar Rp 24 Miliar. Pemerintah sebaiknya mengevaluasi secara struktural terhadap pendapatan itu.

“Saya itu malu kalau bicara penerimaan dari RSUD. Mestinya kita harus bersubsidi kepada orang sakit bukan sebaliknya,” kata dia lagi.

Ia juga menilai pemerintah seperti memeras otak mengeluarkan ampas. Setiap kali pembahasan dan menguras otak lalu penerimaan tidak maksimal.

Ia berharap, kinerja masing-masing OPD pada tahun anggaran 2019 harus terukur dan lebih fokus pada program yang lebih produktif.

Penulis : Ian Bala

Editor: Boni J

DPRD Ende Ende PKB Kab. Ende
Previous ArticleBPN Gandeng Polda Berantas Mafia Tanah di NTT
Next Article Gebrakan Sampah Gubernur NTT dan Gerakan Bersama

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.