Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Mahasiswi Poltekes Gelar Edukasi Kesehatan bagi Umat Katolik Matani
KESEHATAN

Mahasiswi Poltekes Gelar Edukasi Kesehatan bagi Umat Katolik Matani

By Redaksi3 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana diskusi Mahasiswa Kebidanan Poltekes Kupang bersama Umat Katolik di Kapela St Kristoforus Matani. (Foto: Ronis Natom).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT-Belasan Mahasiswi Program Studi D-III Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kupang melakukan edukasi dan diskusi bersama puluhan umat Katolik di Kapela St. Kristoforus Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu 02 Desember 2018.

Dalam diskusi itu mereka menyampaikan pendidikan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan keluarga.

Materi-materi yang didiskusikan adalah Program Keluarga Berencana (KB), SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), IMS (Infeksi Menular Sexual) dan Gizi yang seimbang bagi anak.

Mahasiswi Kebidanan Poltekes Kupang, Pose bersama umat katolik Matani. (Foto: Ronis Natom).

Tampil sebagai pemateri, Elisabeth Noben menjelaskan tentang pentingnya mengikuti Program KB. Dalam pemaparanya, ia menyampaikan, Pemerintah sudah  mencanangkan usia 20-24 tahun adalah usia yang tepat untuk menikah.

“Dulu banyak anak banyak rezeki, kini dua anak cukup. Jadi jarak untuk hamil lagi 2 tahun,” jelasnya (02/12/2018).

Lanjut dia, program KB Paling efektif adalah KB suntik. Itu adalah  KB metode  steril dan  harus ada kesepakatan suami dan istri, karena tidak akan memiliki anak lagi.

Sementara itu, Grace Detan membawakan Materi SADARI, tentang Pemeriksaan payudara sendiri. Materi ini kata Grace, penting karena bertujuan untuk mendeteksi keadaan payudara sendiri.

“Sebaiknya 7-10 hari setelah menstruasi,” imbuhnya.

Kristian Kurnawi, membawakan Materi tentang IMS (Infeksi Menular Sexual). Dengan apik ia menjelaskan jenis-jenis IMS wanita dan pria dan juga model penularannya. Dia Juga menjelaskan tentang HIV/AIDS, gejala dan juga penularan HIV/AIDS bagi perempuan dan laki-laki.

“Jika pasangan sudah terkena, maka anggota pasangan lain harus diperiksa atau dalam keluarga,” tuturnya.

Terakhir, Nestaviano Lina Batu membawakan materi tentang Gizi seimbang pada bayi balita.

Ia berujar Standar ASI versi WHO maksimal 2 tahun.  Memberikan makanan pada anak harus perhatikan asupan gizi. Sumber protein sangat  penting bagi Balita.

“Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak membutuhkan protein. Jika tidak, bisa menyebabkan stunting (gizi buruk yang mengakibatkan anak kerdil),” Tutupnya (02/12/2018).

Ujung diskusi, sebagai pernyataan akhir, Mariana Nguju Awang, dosen  pembina yang turut hadir menyampaikan, alat kontrasepsi itu sama. Reaksinya tergantung pada masing-masing manusia.

“Priksa dulu, konseling untuk memastikan mana yang paling cocok dan kecil resikonya,” ucap  dosen pembina mahasiswa itu.

Ia juga menekankan, tidak boleh ada kasus bayi kurang gizi karena  itu terkategori sebagai kejaian luar biasa. Kegiatan diskusi ini dimodetaori Ira Ungkur.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

Kabupaten Kupang Poltekes Kupang
Previous ArticleAlat Peraga Kampanye Dilarang Tempel di Kendaraan Umum
Next Article Di Balik Segelas ‘Tuak Laru’, Ada Kisah Getir Julius yang Ikut Larut

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.