Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Pemukulan Warga Elar, Kapolres Manggarai Dinilai Tidak Konsisten
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Pemukulan Warga Elar, Kapolres Manggarai Dinilai Tidak Konsisten

By Redaksi19 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jefry Nyoman, Mahasiswa di Kupang asal Manggarai Timur (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Kasus pemukulan Herman Mbawa warga Rengkeng, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur(Matim) terus mendapat sorotan dari mahasiswa di Kota Kupang.

Kasus pemukulan tersebut diduga dilakukan oleh Kapospol Elar Bripka Lalu Sukiman, pada 29 November 2018

Pada tanggal 30 November 2018 lalu, kasus itu sudah dilaporkan ke Mapolres Manggarai dengan laporan polisi Nomor: LP/230/XI/2018/NTT/Res.

Namun hingga saat ini belum ada penyelesaian. Bahkan, belum mendapat laporan perkembangan hasil penyelidikan.

Jefri Nyoman, mahasiswa Kupang asal Manggarai Timur mengatakan, kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bripka Lalu Sukiman terhadap korban Herman Mbawa belum ada kejelasannya.

“Artinya bahwa Kapolres Manggarai tida konsisten dalam menangani masalah ini, bawasannya kasus ini belum mendapatkan laporan hasil penyelidikannya,” kata Jefry Kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatApp, Rabu (19/12/2018) pagi.

Ia mengatakan, persoalan itu sangat serius dan mesti secepatnya ditangani oleh penegak hukum, dalam hal ini Polres Manggarai.

“Dugaan saya, jangan sampai terjadi konspirasi antara Kapolres Manggarai dengan Kapospol Elar Bripka Lalu Sukiman yang juga anggotanya sendiri, sehingga diulur terus waktu proses penyelidikannya,” tandas Jefry.

Menurutnya, pihak kepolisian sebagai penegak hukum harus efektif dan bersikap jujur dalam menangani masalah penganiayaan dan diproses seadil-adilnya, sesuai koridor hukum yang berlaku.

“ Di mata hukum kita semua sama (equality before the law), semuanya sama di hadapan hukum tanpa terkecuali,” ujarnya.

Ia berharap, pihak kepolisian tetap menjaga eksistensi melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Tanpa harus melakukan tindakan intimidasi maupun tindakan represif kepada masyarakat itu sendiri,” tutup Jefry.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kapospol Elar
Previous ArticleTak Bertuan, Rujab Pimpinan DPRD TTS Terancam Mubazir
Next Article Puluhan Personel Gabungan Siap Amankan Natal di Aesesa

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.