Jemaat Gereja Efata Soe, saat merayakan Natal 24 Desember 2018 malam lalu. (Foto: istimewa)
>alterntif text

Soe, Vox NTT-Perayaan Natal 2018 mengingatkan kembali kabar sukacita sekaligus peneguhan kepada para gembala oleh malaikat.

Malaikat memberikan peneguhan dan membangunkan harapan dengan mengatakan, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.”

Demikian pesan Natal 2018 yang disampaikan Ketua Majelis Jemaat Gereja Efata Kota Soe, Pendeta Hendrik Kudji Rihi saat diwawancarai media ini, Rabu (26/12/2018).

Menurut Pendera Hendrik, rasa takut memang merupakan sikap yang wajar dan manusiawi karena ketidaktahuan dan ketidakpercayaan. Dan, ketika malaikat mengatakan jangan takut, ujar Pendeta Hendrik, sesungguhnya mau memberikan rasa percaya diri kepada para gembala berkaitan dengan kelahiran Sang Juru Selamat manusia.

Hal yang yang amat penting, sambungnya, adalah malaikat juga mau memberikan berita yang mendasar bahwa kehadiran Yesus telah menghapus ketakutan dan melahirkan kepercayaan dan harapan baru untuk hidup bersama sebagai manusia.

“Hidup yang tidak saling menindas. Hidup yang tidak saling menyingkirkan dimana ada yang memandang diri lebih tinggi, atau lebih hebat dari orang lain. Yesus datang untuk mengajarkan kepada kita bagaimana melawan rasa takut itu dan membangun rasa percaya dalam hidup,” ujarnya.

Bagi kita umat Kristen, kata Pendeta Hendrik, kita percaya bahwa kehadiran Yesus sebagai contoh untuk melawan rasa takut dan membangun rasa percaya. Dan, merayakan Natal adalah upaya melawan rasa takut akibat keangkuhan manusia atas manusia lain atau dominasi manusia atau apa pun yang merusak lingkungan.

“Natal bukan saja perayaan gembira di ruang ritual kebaktian. Namun Natal sesungguhnya, memberikan kegembiraan dan harapan baru dalam kehidupan nyata melalui perjumpaan, dan relasi yang hidup,” tutup Pendeta Hendrik Kudji Rihi.

Penulis: L. ULAN

Editor: Irvan K