Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jembatan Waima Ambruk, Amppera Desak Pemda Lembata Segera Tanggung Jawab
Regional NTT

Jembatan Waima Ambruk, Amppera Desak Pemda Lembata Segera Tanggung Jawab

By Redaksi29 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jembatan Waima yang sudah ambruk (Foto: SL)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox  NTT- Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat Lembata (Amppera) Kupang mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Lembata untuk segera bertanggung jawab atas ambruknya jembatan Waima.

Koordinator Umum Amppera Kupang, Emanuel Boli mengatakan, keberadaan jembatan Waima sangatlah penting untuk laju pertumbuhan ekonomi dan mobilitas sehari-hari rakyat ke Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas ambruknya jembatan Waima itu.

Pasalnya, jembatan Waima menjadi akses transportasi utama menghubungkan Kecamatan Nagawutung dan Kecamatan Nubatukan lumpuh total karena oprit jembatan tersebut ambruk untuk yang kedua kalinya.

Baca Juga: AMPPERA Kupang Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Waima

“Namun, jembatan yang baru selesai dibangun sekitar lima bulan yang lalu menggunakan dana APBD II senilai 1,7 miliar, dinilai dipaksakan, dibangun abal-abal, dan hasilnya sia-sia,” ujar Boli kepada VoxNtt.com di Kupang, Sabtu (29/12/2018) Sore

Tak hanya itu, Amppera Kupang juga kata dia,  mendesak Pemda Lembata dan kontraktor  untuk segera bertanggung jawab atas ambruknya oprit jembatan Waima.

“Saat ini, Pemda Lembata maupun anggota DPRD sepertinya diam seribu bahasa. Belum ada pernyataan resmi yang disampaikan melalui media,” ujar aktivis PMKRI Cabang Kupang itu.

Ia mengatakan, meski akses transportasi di wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai jalan Provinisi NTT beberapa bulan yang lalu, namun jembatan Waima tetap menjadi tanggung jawab Pemda Lembata karena dibangun menggunakan APBD II.

“Jangan menyurati Gubernur NTT untuk memohon bantuan karena ambruknya  oprit jembatan Waima karena bencana banjir. Itu bukan bencana banjir melainkan  karena kegagalan konstruksi yang sangat fatal,” terangnya.

Baca: Dinilai Gatal, Ampera Kupang Minta Bupati Lembata Tinggalkan Jabatan

Ia menegaskan, ada dugaan penyelewengan anggaran dalam pembangunan jembatan Waima,

Amppera sendiri, kata dia, sudah melaporkan ke pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Tinggi NTT untuk menyelidiki jembatan tersebut.

Amppera juga sudah melaporkan ke BPK RI Perwakilan NTT agar mengaudit anggaran proyek jembatan Waima.

Bonefasius  Tukan mahasiswa asal Lembata di Kupang, mengaku prihatin dengan kondisi jembatan Waima yang ambruk kedua kalinya.

“Ini membuktikan bahwa Pemda Lembata gagal total. Saya berharap Pemda Lembata dan anggota dewan rakyat yang terhormat agar jangan tutup mata dan seolah-olah sedang cuci tangan,” tegasnya.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Lembata
Previous ArticleWarga Tanah Rata Matim Temukan Sesosok Mayat
Next Article Pub Cleopatra Bantah Kerjakan Anak di Bawah Umur

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.