Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Warga Matani Dibacok Hingga Kepala Bocor, Pelakunya Kabur
HUKUM DAN KEAMANAN

Warga Matani Dibacok Hingga Kepala Bocor, Pelakunya Kabur

By Redaksi3 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Yohanes tampak bersimbah darah usai dibacok Sipry (Foto: Ronis)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT-Yohanes Asuat, Warga RT 18, Desa Penfui Timur-Matani Kabupaten Kupang, mengalami luka parah di bagian kepala usai dibacok menggunakan parang oleh Sipri Lanu. Kasus ini terjadi tak jauh dari rumah Yohanes pada Selasa (01/01/2018) sekitar pukul 22.00 Wita.

Hasil penelusuran VoxNtt.com terhadap beberapa saksi mata menyebutkan, kejadian berawal saat Sipry menelpon via handphone dan diangkat oleh istri Yohanes.

“Mama Ririn (istri Yohanes) yang angkat telepon lalu Sipry maki-maki. Lalu kemudian Dia membangunkan suaminya”, tutur seorang saksi mata, Selasa (01/01/2019) malam.

Tak terima dicaci maki lewat telepon, Yohanes kemudian langsung berangkat menuju rumah Sipry. Sesampainya di sana, terjadi debat mulut antara keduanya hingga Yohanes mendapat bacokan parang pada bagian kepala.

“Setelah itu kami dengar orang teriak-teriak, Yohanes sudah darah mengalir di kepala. Luka parah juga darah banyak. Saya dibantu oleh beberapa warga langsung bawa ke Polsek Tarus”, jelas Dewi, saksi mata lain.

Usai kejadian itu, Yohanes dibantu beberapa warga dilarikan ke Polsek Tarus untuk melaporkan kejadian ini. Setelah menyelesaikan laporan, korban dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Kupang untuk dirawat dan divisum.

Tersulut Masalah Babi

Dari keterangan para saksi terungkap, aksi penganiayaan ini tersulut karena masalah babi beberapa waktu lalu. Pelaku diduga masih menyimpan dendam lantaran belum puas dengan kesepakatan sebelumnya.

“Anak dari korban mau sambut baru, makanya mereka sepakat adik-kakak supaya bunuh saja dulu babi milik Sipry ( pelaku) nanti baru diganti dengan uang dan dua ekor anak babi. Kebetulan babi korban dalam keadaaan bunting”, ujar Petronela, tetangga korban Rabu, (02/01/2019).

Selang beberapa bulan kemudian, babi korban beranak. Namun Sipry tak mau lagi dengan kesepatan sebelumnya. Ia bersama istri malah menjual anak babi milik korban sebanyak 3 ekor lalu pergi.

Sejak kejadian itu, kedua sepupu yang masih berhubungan darah ini tidak lagi saling kunjung.

“Pokoknya dia tidak datang di rumah, itu pun suami saya ajak mereka untuk datang Tahun Baru di rumah. Mereka tidak mau, sampai kejadiannya saya dimaki-maki ditelepon tadi malam itu. Sebelum suami saya pergi dan kena hantam di kepala”, cerita istri korban.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku sementara dalam pengejaran polisi karena berusaha melarikan diri.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Irvan K

Kabupaten Kupang
Previous ArticlePolitik Kontemporer : Kala Kalkulasi Dukun Menuntun Langkah  Caleg
Next Article Mabuk Miras, Warga Kefamenanu Dibacok Hingga Tewas Bersimbah Darah

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.