Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Mutu Proyek di Dinas Kelautan dan Perikanan Nagekeo Dipertanyakan
Regional NTT

Mutu Proyek di Dinas Kelautan dan Perikanan Nagekeo Dipertanyakan

By Redaksi8 Januari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rekapan alokasi dana pokir DPRD Nagekeo pada RKPD-P tahun anggaran 2018 di DKP
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Mutu 12 paket proyek pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Nagekeo patut dipertanyakan.

Penelusuran VoxNtt.com, ke-12 paket proyek tersebut ada dalam rekapan alokasi dana pokir DPRD Nagekeo pada RKPD-P tahun anggaran 2018.

Proyek-proyek tersebut baru dikontrakan pada pihak ketiga pada tanggal 5 Desember 2018.

Selain kontrak terlambat, dari 12 paket proyek itu hanya satu yang memiliki proposal. Sementara 11 paket proyek tanpa ada proposal.

Perencanaan Survei Investigasi Desain (SID) disinyalir hanya dilakukan 10 hari.

Kepala DKP Kabupaten Nagekeo, Lukas Mere pada berita VoxNtt.com sebelumnya mengatakan, kas akan ditutup pada tanggal 15 Desember 2018. Artinya, waktu normal yang dikerjakan rekanan atau pihak ketiga hanya 10 hari saja.

“Kalau sampai dilaksnakan terjadi peluncuran anggaran tahun 2019. Artinya akan membebani APBD tahun 2019,” tegas Kadis Lukas.

Seorang pengacara asal Mbay, Lukas Mbulang mengatakan, kalau proyek itu dikontrak ke pihak ketiga pada tanggal 5 Desember 2018, artinya mutu pekerjaan itu akan amburadul.

Lukas Mbulang pun meminta Inspektorat Nagekeo segera menyelidiki proyek di Dinas Kelautan dan Perikanan, sebab prosesnya sudah salah.

“Ada proses yang tidak masuk akal, cuma siapa yang berani periksa, Inspektorat tidak berdaya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp-nya, Senin (07/01/2018) malam.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

DKP Nagekeo Nagekeo
Previous Article8 Hari Pertama Tahun 2019, Sudah 75 CTKI Dicekal di Bandara Eltari
Next Article Uang “Sirih Pinang” dan Tiket Liburan ke Luar Daerah Jadi Modus Baru Perekrut TKI

Related Posts

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026

KPK Diminta Awasi Pengelolaan Dana Bantuan Bencana di Nagekeo

22 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.