Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menyampaikan sambutan di hadapan forum sidang tahunan Keuskupan Ruteng di Aula Efata Ruteng, Kamis, 10 Januari 2019 (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Ruteng, Vox NTT- Pembangunan pariwisata adalah salah satu misi Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.

Untuk mendukung misi tersebut, Gubernur Viktor mengajak para bupati di Provinsi NTT agar menggelar sebanyak 5 festival tiap tahunnya.

Festival ini diharapkan untuk menggaet tourist agar semakin banyak datang berkunjung ke NTT.

Ia meminta agar festival tersebut nantinya tidak boleh didesain oleh penyelenggara acara atau Event Organizer dari luar NTT.

Festival harus didesain oleh Apratur Sipil Negara (ASN) dan seluruh masyarakat di Provinsi NTT.

Hal itu dibuat agar masyarakat dan ASN merasakan langsung dampak festival sembari belajar berbagai kekurangannya untuk kemudian bisa diperbaiki di kemudian hari.

“Biarkan ASN dan masyarakat menjadi EO-nya, biar mereka menerima tamu, mereka yang melayani tamu, biar masyarakat mengerti komplainnya apa dari tourist. Besok mereka datang lagi, komplainnya apa ditulis, lama-lama hospitality-nya naik, standar pelayanannya naik,” ujar Viktor dalam sambutannya saat hadir dalam sidang tahunan Keuskupan Ruteng di Aula Efata, Kamis (10/1/2019).

Menurut dia, ketika festival di NTT nanti memakai EO dari luar, maka masyarakat bakal menjadi penonton di balik geliat pembangunan pariwisata.

Akibatnya, masyarakat menjadi pasif dalam pembangunan pariwisata karena tidak menyentuh langsung pada kebutuhan ekonomi mereka.

Selain itu, untuk menarik perhatian masyarakat dalam dunia pariwisata, Gubernur Viktor mulai melarang membangun hotel melati.

Hotel melati, kata dia, akan diganti dengan menggunakan rumah-rumah warga sebagai penginapan para tourist.

Jika desain model pengelolaan pariwisata demikian, maka tamu akan langsung membayar ke pemilik rumah.

Gubernur Viktor menegaskan, jika ke depan pembangunan hotel melati terus dibiarkan, maka masyarakat tidak akan mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung di balik geliat pariwisata NTT.

Sebab itu, pihaknya berkomitmen agar rumah-rumah warga ditata untuk dijadikan hotel melati.

Setelah menyiapkan rumahnya, kata Viktor, masyarakat dilatih untuk melayani tamu dengan baik. Gebrakan ini akan terus didorong pemerintah agar setiap masyarakat bisa melayani tamu yang menginap di rumahnya.

Penulis: Ardy Abba