Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Event Organizer Festival di NTT Tidak Boleh Datang dari Luar
Ekbis

Event Organizer Festival di NTT Tidak Boleh Datang dari Luar

By Redaksi10 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menyampaikan sambutan di hadapan forum sidang tahunan Keuskupan Ruteng di Aula Efata Ruteng, Kamis, 10 Januari 2019 (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pembangunan pariwisata adalah salah satu misi Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.

Untuk mendukung misi tersebut, Gubernur Viktor mengajak para bupati di Provinsi NTT agar menggelar sebanyak 5 festival tiap tahunnya.

Festival ini diharapkan untuk menggaet tourist agar semakin banyak datang berkunjung ke NTT.

Ia meminta agar festival tersebut nantinya tidak boleh didesain oleh penyelenggara acara atau Event Organizer dari luar NTT.

Festival harus didesain oleh Apratur Sipil Negara (ASN) dan seluruh masyarakat di Provinsi NTT.

Hal itu dibuat agar masyarakat dan ASN merasakan langsung dampak festival sembari belajar berbagai kekurangannya untuk kemudian bisa diperbaiki di kemudian hari.

“Biarkan ASN dan masyarakat menjadi EO-nya, biar mereka menerima tamu, mereka yang melayani tamu, biar masyarakat mengerti komplainnya apa dari tourist. Besok mereka datang lagi, komplainnya apa ditulis, lama-lama hospitality-nya naik, standar pelayanannya naik,” ujar Viktor dalam sambutannya saat hadir dalam sidang tahunan Keuskupan Ruteng di Aula Efata, Kamis (10/1/2019).

Menurut dia, ketika festival di NTT nanti memakai EO dari luar, maka masyarakat bakal menjadi penonton di balik geliat pembangunan pariwisata.

Akibatnya, masyarakat menjadi pasif dalam pembangunan pariwisata karena tidak menyentuh langsung pada kebutuhan ekonomi mereka.

Selain itu, untuk menarik perhatian masyarakat dalam dunia pariwisata, Gubernur Viktor mulai melarang membangun hotel melati.

Hotel melati, kata dia, akan diganti dengan menggunakan rumah-rumah warga sebagai penginapan para tourist.

Jika desain model pengelolaan pariwisata demikian, maka tamu akan langsung membayar ke pemilik rumah.

Gubernur Viktor menegaskan, jika ke depan pembangunan hotel melati terus dibiarkan, maka masyarakat tidak akan mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung di balik geliat pariwisata NTT.

Sebab itu, pihaknya berkomitmen agar rumah-rumah warga ditata untuk dijadikan hotel melati.

Setelah menyiapkan rumahnya, kata Viktor, masyarakat dilatih untuk melayani tamu dengan baik. Gebrakan ini akan terus didorong pemerintah agar setiap masyarakat bisa melayani tamu yang menginap di rumahnya.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticleJadwal Sidang Praperadilan Tersangka Korupsi vs Polres TTU Ditetapkan
Next Article Kapolres TTU Menanggapi Santai Gugatan Praperadilan Terduga Koruptor

Related Posts

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Bantuan Gempa untuk Warga Kampung Mendo Hanya Setengah Kilogram Beras

19 Agustus 2026
Terkini

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.