Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»BMKG Mabar Imbau Nelayan dan Pelaku Pariwisata Tidak Melakukan Pelayaran
NTT NEWS

BMKG Mabar Imbau Nelayan dan Pelaku Pariwisata Tidak Melakukan Pelayaran

By Redaksi23 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi gelombang laut
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat (Mabar), Sti Nenotek mengimbau agar nelayan dan pelaku pariwisata tidak melakukan pelayaran.

“Untuk nelayan dan speedboad disarankan untuk tidak melaut atau melakukan aktivitas di laut dalam sepekan ke depan,” ungkapnya saat dihubungi VoxNtt.com, Rabu (23/1/2019).

Sti menjelaskan, untuk saat ini cuaca buruk hampir di seluruh wilayah NTT, termasuk Labuan Bajo. Cuaca buruk ini, kata Sti, meliputi hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

“Cuaca buruk ini terjadi dikarenakan adanya pola tekanan rendah di perairan Laut Timor, dan adanya pertemuan angin (konvergen) yang memanjang dari selatan Pulau Sumatera sampai NTT dan melintasi Labuan Bajo,” jelasnya.

Menurut Sti, pertemuan angin ini membawa udara dan meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan, sehingga meningkatnya curah hujan.

Ia juga memaparkan dampak lain dari tekanan rendah ini adalah angin kencang dan gelombang tinggi.

“Untuk saat ini hampir semua wilayah perairan di NTT terjadi gelombang tinggi termasuk di perairan sekitar Manggarai Barat yaitu Selat Sape, Selat Sumba dan perairan Selatan Pulau Sumba,” katanya.

Data yang diinput BMKG, kata dia, saat ini ketinggian gelombang di perairan-perairan tersebut berkisar 4.0 – 6.0 meter dan dikategorikan sangat berbahaya untuk pelayaran.

Karena itu, Sti meminta untuk nelayan dan pelaku pariwisata agar tidak melakukan aktivitas pelayaran dalam sepekan ke depan.

Sti menambahkan, apabila cuaca sudah kembali normal terutama gelombang tinggi dan angin kencang sudah turun, nelayan dan pelaku pariwisata boleh melakukan aktivitasnya kembali.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

BMKG Manggarai Barat
Previous ArticleIOM: Human Trafficking Mesti Dicegah dari Desa
Next Article Alokasi Dana dari Pemda Terhenti, TV Belu Terpaksa Gulung Tikar

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Serap Aspirasi Warga Papagarang, Hasanudin Minta Pemerintah Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

13 Agustus 2026

Pramuka Manggarai Barat Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

13 Agustus 2026
Terkini

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026

SDK Lewe Gelar Perkemahan Pramuka Sambut HUT ke-65

13 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.