Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kota Soe Produksi Sampah 80 Meter Kubik Tiap Hari, Popok Bayi Paling Banyak
HEADLINE

Kota Soe Produksi Sampah 80 Meter Kubik Tiap Hari, Popok Bayi Paling Banyak

By Redaksi23 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
TETAP SEMANGAT. Petugas kebersihan dari UPT Kebersihan dan Pertamanan nampak tetap siaga membersihkan dan mengangkut sampah di Kota Soe dan sekitarnya (Foto: L.Ulan/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Kota Soe, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan, propinsi NTT memproduksi 80 meter kubik sampah setiap hari. Sampah yang paling banyak adalah jenis plastik popok bayi.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Ayub Alunpah yang diwawancarai VoxNtt.com, Rabu (23/01/209).

Ayub mengatakan, di Kota Soe sendiri ada 38 tempat pembuangan sampah (TPS) yang tersebar.

“Untuk TPS sudah mencukupi. Kalau mau tambah maka sebaiknya drum sampah karena dengan drum masyarakat lebih sadar membayar biaya retribusi seharga Rp 5 ribu. Kalau TPS banyak rumah tangga yang buang sampah namun kendalanya banyak yang tidak bayar biaya retribusi sampah,” ujar Ayub.

Dengan drum sampah, kata dia, setiap rumah tangga bisa membayar biaya angkut sehingga menambah pendapatan daerah dari biaya retribusi sampah.

Menurut Ayub, di musim hujan pihaknya menyiasati dengan pengadaan mantel hujan bagi 68 orang petugas yang ada.

“Kita juga punya jadwal tetap pagi dan sore mengangkut sampah,” katanya.

Jumlah armada pengangkut sampah sebanyak enam unit truk dimana tiga unitnya sudah termakan usia dan sering rusak.

Namun, lanjut Ayub, petugas tetap menyiasati agar dalam sehari semua sampah bisa diangkut.

“Kami dari UPT Kebersihan dan Pertamanan berharap masyarakat semakin sadar untuk membuang sampai di atas pukul 18.00 Wita atau jam 6 sore hingga pukul 06.00. Ini untuk memudahkan proses pengangkutan,” harap Ayub.

Pantauan VoxNtt.com, sepekan terakhir walau hujan intens mengguyur Kota Soe dan sekitarnya namun petugas UPT Kebersihan tetap beraksi membersihkan dan mengangkut sampah.

“Kami warga Kota Soe senang dengan para petugas kebersihan yang selalu kerja giat di lapangan walaupun hujan. Pemkab TTS tentu harus memperhatikan berbagai kebutuhan kerja mereka,” ujar Markus Liunima, salah seorang penjual di Pasar Inpres SoE kepada media ini.

Penulis: L. ULAN

Editor: Irvan K

Sampah NTT TTS
Previous ArticleHujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Tutup Jalan SMAN 4 Kupang
Next Article NTT Darurat Human Trafficking, Ini Tawaran Solusi PADMA Indonesia

Related Posts

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.