Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Ratusan SD dan SMP di TTS Belum Punya Kepala Sekolah
Pendidikan NTT

Ratusan SD dan SMP di TTS Belum Punya Kepala Sekolah

By Redaksi3 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Edison Sipa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE,Vox NTT-Ratusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) belum memiliki kepala sekolah definitif.

Informasi ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Edison Sipa saat diwawancarai VoxNtt.com belum lama ini.

Sipa mengungkapkan, jumlah SD dan SMP yang belum punya kepala sekolah definitif yaitu SD 36 dan SMP 27. Ditambah lagi kepala sekolah yang sudah meninggal kurang lebih mencapai 40 sampai 50 orang.

Ia menambahkan, selama ini untuk urusan administrasi semisal Dapodik tetap berjalan lancar, sebab melalui Plh. kepala sekolah yang mengisi kekosongan jabatan.

Hanya saja, kata Sipa, untuk penandatanganan ijazah siswa tahun kelulusan 2019, membutuhkan tanda tangan kepala sekolah yang sudah definitif.

“Kita berharap setelah Bupati dan Wakil Bupati TTS (terpilih), para kepala sekolah nanti dilantik sebagai definitif,” ujarnya.

Sementara itu, Egy Usfunan, Ketua Komisi IV DPRD TTS yang membidangi pendidikan mengaku, pihaknya sudah menyampaikan persoalan ini ke Dinas Pendidikan TTS sejak tahun 2018. Penyampaian ini dilakukan sebelum pengunduran diri Bupati dan Wakil Bupati TTS.

“Namun Pemkab TTS lambat menyelesaikan dengan berbagai alasan. Pada akhirnya setelah Bupati dan Wakil Bupati mundur dan dipimpin oleh pelaksana harian (Plh). Karena banyak sekolah tidak bisa cairkan dana BOS maka diangkat Plh kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan dan menangani dana BOS,” ujar Egy Usfuna katanya saat dikonfirmasi secara terpisah, Sabtu (02/02/2019).

Politisi PKB ini mengatakan, Komisi IV selalu mendorong pemerintah agar setelah Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilantik, maka segera melantik semua kepala sekolah yang lowong.

 

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

TTS
Previous ArticleMerasa Ditipu, Warga Ancam Polisikan Prudential SoE
Next Article Bank NTT Launching Empat Program Usaha Bagi Kaum Muda

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.