Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tumpukan Sampah Hiasi Jalan Herman Yohanes
Regional NTT

Tumpukan Sampah Hiasi Jalan Herman Yohanes

By Redaksi4 Februari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sampah di jalan menuju bandara
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Ruas jalan Prof. Dr. Herman Yohanes, Penfui, Kabupaten Kupang tampak dihiasi tumpukan sampah.

Parahnya, dari tumpukan sampah yang ada di kiri dan kanan jalan mengeluarkan aroma tak sedap.

“Jalur kiri dan kanan ada semua kaka. Itu yang dekat Bukit Cinta tu. Kayaknya su beberapa hari ini tidak diangkut makanya bau tidak sedap,” aku Tomy Pandong, salah seorang warga asal Liliba Kota Kupang saat ditemui VoxNtt.com, Senin (4/2/2019).

Terpisah, salah satu pejalan kaki, Ansel Taebenu mengeluhkan soal sampah yang menimbulkan aroma tidak sedap itu.

Apalagi pada beberapa titik jalan Prof. Dr. Herman Yohanes tersebut, sampah bahkan berserakan hingga ke badan jalan.

Ansel mengatakan, sampah itu dibuang warga pada pagi dan malam hari.

“Dong (mereka) buang pagi-pagi buta dan malam hari kaka. Jangan sampai takut orang lihat,” kata Ansel.

Ia berharap agar warga bisa menertibkan sampah dan tidak boleh membuangnya di sembarang tempat.

Menurutnya, kalau tidak ada kesadaran dari warga sendiri, maka sikap membuang sampah sembarangan tetap terpelihara ke depannya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang
Previous ArticleJumlah Penderita DBD di TTU Terus Meningkat
Next Article Camat Maurole Bantah Pernyataan FIRD Soal “Tidur Panjang”

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.